Dino Patti Djalal: Posisi saya mengenai Board of Peace sama sekali tidak berubah

Mantan Wamenlu era SBY, Dino Patti Djalal bertemu Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah eks Menlu dan Wamenlu di Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026), terkait bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang banyak mendapat penolakan sejumlah pihak. Termasuk Dino Patti Djalal yang cukup keras dan vokal mengkritik di sosmed.

Dino mengapresiasi pertemuan itu karena Prabowo sangat terbuka dengan semua pendapat dan masukan terkait risiko hingga skenario yang dihadapi Indonesia ke depan.

Berikut pernyataan Dino Patti Djalal terkait pertemuannya dengan Presiden Prabowo, seperti diposting di akun media sosial X, Jumat (6/2/2026):

Posisi saya mengenai Board of Peace sama sekali tidak berubah: Piagam BoP banyak kejanggalan, tapi krn RI sudah keburu masuk BoP, waspadai perilaku Trump dan agenda Israel utk bungkam Palestina, dan selalu jaga opsi untuk keluar dari BoP. Setelah diskusi dgn Presiden, posisi ini tetap saya pegang, dan dalam beberapa hal ternyata posisi Pemerintah RI juga sejalan dgn posisi ini.

Mengenai ucapan saya bhw “BoP satu-satunya opsi saat ini”, ini adalah fakta di lapangan. Sampai saat ini, hanya ada 20-point plan dan BoP sbg satu2nya kesepakatan utk upaya gencatan senjata, dan yg didukung Dewan Keamanan PBB. Hanya ini. Belum ada solusi lain dari Uni Eropa, Rusia, Tiongkok, atau negara2 Arab. Negara2 Arab juga mendukung 20-point plan dan BoP. Ini tidak berarti BoP adalah solusi terbaik, dan tidak juga solusi permanen — hanya berarti pada saat ini merupakan satu2nya upaya gencatan senjata yg ada.

Mengenai ucapan saya bhw Presiden mengambil pendekatan yang “realistis” mengenai BoP, ini berarti Presiden memahami keterbatasan RI ikut terjun dlm konflik yg sangat rumit, sehingga RI scr strategis dan taktis harus berbaris dgn 7 negara muslim lainnya. “Realistis” juga berarti Presiden sadar tidak ada jaminan BoP akan berhasil, bahkan kemungkinan gagal.

Dlm suasana sekarang, maaf, saya tidak terlalu optimis BoP akan berhasil. Tapi dalam Resolusi DK PBB 2803, dlm butir 2, ada secuil peluang yg membawa hembusan angin untuk Palestina merdeka. Angin itu pasti akan dihadang Israel, makanya angin itu perlu kita hembuskan terus, melalui BoP dan jalur2 lain seiring waktu.

Saya sudah mengenal sosok Prabowo Subianto selama 30 tahun — sejak sy diplomat muda dan beliau di Kopassus. Sejak dulu kami terus menjaga hubungan sbg kawan baik yg saling hormat, dan hubungan ini terus saya jaga ketika beliau naik turun menjadi Capres, oposisi, dan menjadi Menhan. Saya tidak pernah ragu menyampaikan pandangan apa adanya kpd beliau, termasuk kemarin sewaktu di Istana. Dlm pertemuan tsb, saya juga antara lain sampaikan tidak setuju 🇮🇩 membayar 17 Triliyun utk menjadi anggota permanen BoP, dan itu beliau catat.

Prinsip sy dlm ruang publik adalah: “Speak truth to power. Speak truth to the people. Wisdom without fear” (“Sampaikan kebenaran kepada penguasa. Sampaikan kebenaran kepada rakyat. Kebijaksanaan tanpa rasa takut”).

Speaking truth to power (menyampaikan kebenaran) memerlukan integritas dan nyali. Speaking truth to the people (menyampaikan kebenaran kepada rakyat/publik) memerlukan kejujuran dan nyali juga.

You don’t have to agree with me, and you don’t have to like me, but you may learn something from listening to me, and indeed we can learn from each other.

(Anda tidak harus setuju dengan saya, dan Anda tidak harus menyukai saya, tetapi Anda mungkin bisa belajar sesuatu dari mendengarkan saya, dan memang kita bisa belajar dari satu sama lain.)

(Dino Patti Djalal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *