SAYA DUKUNG DENNY SIREGAR TUTUP AKUN X, KOK BISA?
✍🏻JONRU GINTING
Banyak orang nyinyirin Denny Siregar yang tutup akun X (Twitter) setelah dapat jabatan/job/pekerjaan dari PFN. Mereka berkata, “Ciee… setelah dapat jabatan, tiba-tiba mingkem ya? Ternyata mudah banget menaklukkan orang ini.”
Ya, banyak orang berkata seperti itu. Tapi saya justru mendukung keputusan Denny Siregar tersebut.
Kok bisa?
Jangan salah paham dulu. Simak baik-baik agar paham, ya.
1. Semua orang tahu bahwa sejak dulu saya dan Denny Siregar selalu berseberangan. Dia termasuk orang yang rajin membully saya.
Bahkan ketika dia berbalik arah menyerang Jokowi pun, pandangan saya tentang dirinya tetap sama, tidak berubah sedikit pun. Sebab dugaan kuat saya, dia menyerang Jokowi bukan karena sudah sadar.
Hingga detik ini pun, sikap dan pandangan saya terhadap Denny Siregar masih sama. Tidak ada perubahan sedikit pun.
2. Sejak era Jokowi hingga hari ini, kita melihat banyak sekali pejabat yang dulunya “tipikal” buzzer.
Jangan salah sangka ya. Saya pakai kata “tipikal”, artinya saya tidak menuduh bahwa mereka buzzer.
Tapi:
Setelah menjabat, gaya mereka dalam menulis di medsos, juga gaya pernyataan-pernyataan mereka, masih tetap sama. Masih tipikal buzzer.
Mereka membuat pernyataan-pernyataan yang isinya membela pemerintah dan “memusuhi” rakyat, padahal gaji mereka berasal dari uang rakyat.
3. Hampir semua pejabat tersebut (masih ada hubungannya dengan nomor 2), diangkat bukan karena keahliannya, tapi semata-mata karena balas budi.
Nah, di sinilah bedanya Denny Siregar:
(1) Jabatan yang diberikan padanya memang sesuai dengan keahlian dan passionnya.
(2) Keputusannya untuk menutup akun X (Twitter), semoga ini menjadi awal yang baik. Semoga keputusannya ini diambil karena niat agar dirinya tidak ikut-ikutan seperti pejabat lain, yang masih berperilaku seperti buzzer.
(3) Dan soal tuduhan banyak orang, bahwa Denny Siregar tiba-tiba “diam” dan “takluk” setelah dapat jabatan, saya juga tidak akan membantah tuduhan itu. Saya tidak akan berkata bahwa “saya tidak sependapat dengan tuduhan itu”.
Artinya: Saya bukan tiba-tiba “satu geng” dengan Denny Siregar.
Hingga detik ini, saya masih berpandangan sama, bahwa saya dan Denny Siregar itu BEDA, seperti air dan minyak yang tak bisa disatukan.
Lewat artikel ini, saya hanya ingin menyampaikan pandangan yang OBJEKTIF.
Sebab terus terang, selama ini saya merasa sangat prihatin melihat banyaknya pejabat yang “rasa buzzer”.
Maka ketika Denny Siregar memutuskan untuk menutup akun Twiter setelah dapat jabatan, bagi saya ini merupakan sebuah perkembangan yang baik.
Semoga para pejabat “rasa buzzer” lainnya bisa meniru apa yang dilakukan oleh denny Siregar.
Ingat: Gaji kalian itu berasal dari uang rakyat. Jadi sangat tidak layak jika kalian memusuhi rakyat.
NB: Saya sudah sering berkata bahwa saya tidak tertarik jadi orang politik atau jadi pejabat. Jadi tulisan ini murni sikap objektif, tanpa ada maksud untuk menjilat dst. Sori gak, gak level banget seorang Jonru Ginting main jilat-jilatan hehehe…..
(fb)







Komentar