Apakah masuk akal jika dalam Perang Qadisiyah, 32 ribu kaum Muslimin mengalahkan 240 ribu pasukan Persia, tepat di jantung negeri mereka sendiri?
Apakah masuk akal jika dalam Perang Yarmuk, 39 ribu kaum Muslimin menundukkan 200 ribu pasukan Romawi?
Apakah masuk akal jika dalam Pertempuran Tustar, 30 ribu kaum Muslimin mengalahkan 150 ribu pasukan Persia, dalam 80 pertempuran berturut-turut hanya dalam kurun satu setengah tahun?!
Apakah masuk akal jika dalam Pertempuran Wadi Barbath/Lakka, hanya 12 ribu kaum Muslimin mengalahkan 100 ribu pasukan Salib?
Dan masih banyak pertempuran lainnya.
Musuh-musuh kita selalu lebih unggul dalam jumlah dan persenjataan. Lantas, bagaimana semua kemenangan itu bisa terjadi?
Menurut perhitungan material duniawi, semua itu sama sekali tidak masuk akal!
Namun, menurut hitungan wahyu yang berlandaskan iman, semua itu sangatlah masuk akal!
كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 249)
Sebab, kita tidak pernah berperang semata-mata dengan mengandalkan perlengkapan dan persenjataan. Kita berperang dengan pertolongan Allah. Kita berperang dengan membawa akidah dan agama.
Jika kita benar-benar mewujudkan akidah dalam diri kita sebagaimana yang dikehendaki Allah, lalu berjihad di jalan-Nya, niscaya Allah akan menyerahkan leher orang-orang kafir kepada kita dan menghinakan mereka melalui tangan kita.
Negara-negara penjajah memang negara besar. Tetapi, mereka bukan tuhan!
Zat yang telah membinasakan bangsa Romawi, Persia, serta kaum ‘Ad dan Tsamud sebelum mereka, Mahakuasa untuk membinasakan mereka dan menyerahkan pundak-pundak mereka kepada kita!
Maka, siapa pun yang menganggap para penjajah ini tidak mungkin bisa dikalahkan, aku nasihatkan agar ia meninjau kembali akidahnya. Sebab, ia sedang berada dalam bahaya besar.
وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.”
(QS. Ali ‘Imran: 126)








BENAR KALIMAT ARTIKEL DIATAS: AGAR MENINJAU KEMBALI AQIDAHNYA.
CUKUP DENGAN RUKUN ISLAM YANG BEDA SUDAH KAFIR ITU. APALAGI:
RUKUN IMANNYA BEDA
QUR’ANNYA BEDA
MENGKAFIRKAN ABU BAKAR, UMAR, AISYAH DAN MAYORITAS SHAHABAT RADHIALLALLHUM.
AQIDAHNYA BEDA
IBADAHNYA BEDA
PUNYA KOTA SUCI SENDIRI
HADITS-NYA BEDA
MEMANG BEDA AGAMA…..
BERTOBATLAH SEBELUM TERLAMBAT!☝️☝️☝️
AWAS HARI INI AJAL KITA BISA MENJEMPUT.
TIDAK MENGKAFIRKAN ORANG KAFIR ADALAH KAFIR!!!!
ALLAHU AKBAR….
betul bro, coba cek aqidah kita masing2 … ISLAM YANG BENAR
“Barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, atau ragu akan kekafiran mereka, atau membenarkan mazhab (ajaran) mereka, maka ia kafir.”
(Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab)
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ تَسُبُّوا أَصْحَابِى ، فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيفَهُ
“Janganlah kalian mencela sahabatku. Seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas semisal gunung Uhud, maka itu tidak bisa menandingi satu mud infak sahabat, bahkan tidak pula separuhnya” (HR. Bukhari no. 3673 dan Muslim no. 2540).