Daging MBG

✍🏻Ahmad Tsauri

Ada kebutuhan rutin daging sapi, untuk give (hadiah). Akhirnya saya cari daging sapi impor. Kebetulan ortu staf saya kerja di Dinas Perindustrian. Dapatlan info supplier besar.

Setelah bertemu, saya dapat beberapa info dari supplier ini. Katanya, daging yang ia jual daging kerbau India, karena daging sapi Australia harganya sudah tinggi. Tentu saja importirnya Bulog, BUMN.

Dan karena ada MBG harganya naik terus. Untuk area ini, yang kadang ambil dari Pemalang, untuk Pekalongan tidak ada yang pake daging, katanya. Sebulan sekali saja tidak. Itupun yang ambil sudah markup.

Jadi MBG ini memang walaupun hanya beberapa SPPG di kota besar yang pake daging, tapi dampaknya terhadap kenaikan harga nasional luar biasa. Dampak terhadap gizi anak nyaris nol, tapi dampaknya inflasi nasional cukup besar.

Dan tentu saja tidak benar kalau 1 SPPG 1 sapi dan sehari jika pakai daging 19.000 SPPG 19.000 sapi.

Jadi 19.000 sapi itu bualan, seperti 1 ekor lele tiap anak, tapi seperti foto yang beredar, lelenyapun nyaris masih bayi.

Kasihan lele-lele belum mengentas balita, belum sempat remaja, sudah harus merasakan panasnya penggorengan. Kurus kering kecil terlentang di kotak makan stainles MBG.

*foto atas sampel grad B yang saya beli, grad A tidak ke foto

Komentar