Hubungan asmara yang baru seumur tiga bulan antara RI (39) dan LBD (54) berakhir dalam tragedi berdarah.
LBD, pria paruh baya, datang ke kontrakan sang kekasih di Mejing Wetan, Gamping, Sleman, DIY, pada Selasa (4/11/2025).
Niatnya sederhana: memperbaiki hubungan dan memberikan uang bulanan seperti biasanya. Tapi hari itu, niat baiknya justru berujung penolakan.
Korban yang merupakan seorang janda dengan satu anak itu tegas menyatakan ingin mengakhiri hubungan.
Kata-kata itu rupanya menyalakan bara amarah di dada LBD. Pertengkaran pun pecah di dalam rumah kontrakan kecil itu.
Korban melawan. Satu tonjokan dari RI bahkan membuat gigi palsu LBD terlepas. Dari situlah, amarahnya tak lagi terkendali.
“Pelaku sakit hati karena cintanya ditolak. Dia ingin hubungan tetap berlanjut, tapi korban menolak,” ujar Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Matheus Wiwit saat jumpa pers, Kamis (6/11/2025).
Dalam kondisi gelap mata, LBD membanting tubuh RI ke lantai hingga terkapar.
Hanya dalam empat menit, pria yang semula datang dengan cinta berubah menjadi beringas. Ia mengambil pisau dari dapur, lalu mengg0r*k leher wanita yang baru saja ia panggil kekasih.
Darah menggenang. Tubuh RI terdiam, sementara LBD menatap hampa — menyesali apa yang baru saja ia lakukan.
Usai kejadian, LBD melarikan diri ke Secang, Magelang, ke kompleks makam orang tuanya.
Di tengah rasa bersalah yang menyesakkan, ia membeli racun serangga sachet dan mencampurnya ke air mineral. Ia ingin mengakhiri hidup.
“Pelaku minum racun serangga karena sudah tidak tahu harus bagaimana lagi,” kata Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Matheus Wiwit.
Namun takdir berkata lain. Polisi yang bergerak cepat menemukan LBD dalam kondisi masih sadar, dan segera membawanya ke rumah sakit.
Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo, mengatakan dari hasil rekaman CCTV, pelaku hanya butuh empat menit untuk melakukan aksinya menghabisi pacarnya.
“Dari analisa CCTV, pelaku hanya sekitar empat menit di dalam rumah. Kejadiannya sangat cepat,” ujarnya.








Komentar