Bupati dari Gerindra ini anggap keracunan MBG wajar, minta wartawan jangan membesar-besarkan

Bupati Lombok Tengah NTB, Lalu Pathul Bahri meminta agar wartawan jangan berisik membesar-besarkan kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Indonesia, termasuk di Lombok Tengah.

Hal ini karena menurutnya, terjadinya angka keracunan MBG adalah sesuatu yang wajar jika melihat prosentase angka statistik.

Di mana ada 60 juta penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia, sehingga jika terjadi insiden satu dua keracunan maka hal itu masih dapat dimaklumi, karena datanya masih di angka 0,00001 sekian.

“Ada 60 juta penerima MBG. Sehingga kalau ada terjadi satu dua atau tiga (kasus keracunan), kan itu nol koma nol nol nol nol nol satu persen. Dalam kehidupan, berbicara tentang demokrasi, berbicara tentang sosial, wajar nggak itu? kan hal yang wajar,” kata Lalu Pathul Bahri, Minggu (8/2/2026).

Dengan demikian, ia meminta wartawan jangan berisik membesar-besarkan kasus jika ada insiden keracunan MBG.

“Nah karena itu wartawan jangan dikembang-kembangkan (dibesar-besarkan) hal itu, kalau wartawan benar-benar orang Indonesia,” ujarnya.

Lalu Pathul Bahri adalah politikus Partai Gerindra yang menjabat sebagai Bupati Lombok Tengah 2 periode (2021–2025 dan 2025–2030). Ia juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pernyataan Bupati dari Gerindra ini menuai banyak tanggapan di media sosial.

“Jika anak2 keracunan lalu disebut “wajar”, maka kita sedang diajari menerima kejahatan sebagai rutinitas. Di titik ini, rakyat harus bertanya: siapa yang sebenarnya beracun?,” ujar Dharma Pongrekun @pongrekundharma.

Bahkan Pak Susno ikut berkomentar.

“Bupati ngomong keracunan MBG itu wajar ; Bupati macam apa ini ???” sentil susno duadji @susno2g.

“bupati beracun pak,” timpal netizen X @theopils.

[VIDEO]

Komentar