Buntut Keresahan Matel Dikeroyok Hingga Tewas di Jaksel

Insiden tragis terjadi di Jalan Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12), ketika dua pria yang diduga sebagai debt collector atau mata elang menjadi sasaran pengeroyokan hingga satu di antaranya tewas. Kejadian ini bermula saat kedua pria tersebut memberhentikan seorang pengendara sepeda motor di tepi jalan. Menurut warga, tindakan itu menarik perhatian lima orang yang berada di dalam sebuah mobil tepat di belakang mereka. Diduga, para penumpang mobil tersebut mengira pengendara motor tengah mengalami intimidasi.

Kelima orang itu turun dari kendaraan dan langsung menghampiri dua pria yang diduga debt collector tersebut. Situasi dengan cepat berubah menjadi kekerasan. Tanpa banyak perdebatan, mereka memukuli kedua pria itu secara brutal. Beberapa saksi mengatakan korban sempat mencoba melindungi diri, namun jumlah pengeroyok yang lebih banyak membuat mereka tidak berdaya. Setelah dipukuli, kedua korban diseret ke pinggir jalan, meninggalkan luka serius pada tubuh mereka. Salah satu dari mereka akhirnya meninggal di lokasi.

Kericuhan tersebut juga berdampak pada pedagang kaki lima di sekitar tempat kejadian. Sejumlah tenda dan lapak dagang rusak akibat bentrokan yang berlangsung singkat namun intens tersebut. Beberapa pedagang mengaku kaget karena tidak menyangka insiden itu bakal merembet ke barang dagangan mereka.

Peristiwa ini menambah daftar panjang ketegangan antara masyarakat dan para penagih utang jalanan atau mata elang, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi sorotan. Banyak laporan mengenai praktik penagihan yang agresif, intimidatif, bahkan meresahkan pengguna jalan. Tidak sedikit kasus bentrokan terjadi karena masyarakat merasa tindakan para debt collector melewati batas kewenangan hukum.

Meski demikian, pengeroyokan tetap merupakan tindakan kriminal yang dapat berujung pidana berat. Polisi Jakarta Selatan telah turun tangan menyelidiki kasus ini. Identitas para pelaku pengeroyokan sedang ditelusuri melalui rekaman CCTV dan keterangan saksi. Sementara itu, jenazah korban yang tewas telah dievakuasi untuk keperluan autopsi.

Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai batasan tindakan para penagih utang di jalanan serta perlunya regulasi yang lebih tegas. Di sisi lain, tindakan main hakim sendiri juga menjadi alarm keras bahwa emosi publik bisa meledak kapan pun ketika rasa ketidakadilan memuncak.

Komentar