Bukan Gibran, Zulhas, Cak Imin, atau AHY, melainkan Sjafrie Sjamsoeddin yang berpeluang besar mendampingi Prabowo. Sahabat karib, yang tak terpisahkan. Sama-sama tamatan AKABRI, beda letingan satu tahun, 70 dan 71. Prabowo lebih dulu masuk, tapi lulusnya sama, 74.


Ada juga kecenderungan bahwa pada periode kedua Presiden, sejak SBY, termasuk Jokowi, yang dipilih sebagai Cawapres adalah tokoh senior, yang kecil kemungkinan ikut Nyapres, pada Pilpres berikutnya. Adalah SBY menggandeng Boediono dan Jokowi menggandeng KH. Ma’ruf Amin.
Dan benar saja, Boediono tak ikut Nyapres 2019 dan KH. Ma’ruf Amin tak ikut Nyapres 2024. Bukan mustahil, Prabowo juga mengikuti pola yang sama. Mencari Cawapres tokoh senior yang diterima semua pihak dan kecil kemungkinan ikut Nyapres. Nama Sjafrie Sjamsoeddin layak diperhitungkan.
Tidak saja sahabat karib Prabowo, tapi Sjafrie Sjamsoeddin juga diterima tokoh oposisi atau yang kritis terhadap pemerintahan dan kalangan ulama (umat). Kalau dulu ada istilah “Tentara Merah” dan “Tentara Hijau”, Sjafrie digolongkan “Tentara Hijau”. Pasangan Prabowo yang terkuat Pilpres 2029 nanti.
Partai-partai seperti Demokrat, PKS, dan NasDem, yang belum lama bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, rasanya tak akan menolak, kalau Prabowo memilih Sjafrie. Termasuk, PAN, PKB, dan Golkar. Kalau PDIP sebagai partai pemenang mungkin akan memiliki calon sendiri. Pramono Anung, misalnya.
Membaca peta politik global yang tak menentu, sosok seperti Sjafrie Sjamsoeddin sangatlah tepat. Prabowo-Sjafrie sangat kuat dan pastilah disegani dunia internasional. Bukan mustahil, inilah sosok dwi tunggal sejati, sebenarnya. Teruji puluhan tahun dalam suka dan duka. Keduanya tak terpisahkan.
Apalagi belakangan, Presiden Prabowo seperti memberikan ruangan luas kepada Sjafrie Sjamsoeddin. Selain Menhan, Dewan Pertahanan Nasional, Satgas PKH, Sjafrie juga sudah turun ke pesantren-pesantren. Pertahanan Nasional tak lagi diartikan sempit hanya mengurusi tentara perang.
Kalau Prabowo memilih Sjafrie, rasanya tak ada yang tak menerima, apalagi iri. Termasuk Jokowi. Kontinuitas apa yang sudah dilakukan Prabowo, akan lebih terjamin. Dan kalau diperlukan, Sjafrie bisa saja maju untuk Pilpres 2034, kalau kondisi memungkinkan. Indonesia tak akan tambal sulam lagi seperti sebelumnya. Semoga saja.
(Erizal)







Komentar