Langkah tak biasa datang dari Badan Gizi Nasional (BGN). Lembaga yang mengurusi program gizi nasional itu memutuskan mengembalikan dana sebesar Rp70 triliun ke kas negara. Alasannya sederhana namun jarang terjadi: anggaran belum terserap maksimal dan BGN tak ingin dana tersebut mengendap tanpa manfaat nyata.
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan pada Selasa (14/10) bahwa dari total anggaran tahun berjalan, pihaknya telah menyerap sekitar Rp99 triliun, sedangkan sisa Rp70 triliun dikembalikan sebagai bentuk tanggung jawab fiskal. “Lebih baik dikembalikan daripada mubazir. Kita ingin setiap rupiah benar-benar sampai ke masyarakat,” ujar Dadan.
Namun langkah hati-hati itu bukan berarti BGN mengerem ambisi. Tahun 2026 justru menjadi momentum besar: pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp268 triliun untuk lembaga tersebut, ditambah dana cadangan Rp67 triliun. Artinya, total dukungan APBN mencapai Rp335 triliun — angka luar biasa besar untuk mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.
Kebijakan ini menegaskan bahwa meski ada kendala teknis penyerapan anggaran, komitmen pemerintah terhadap peningkatan gizi rakyat tetap tak tergoyahkan. BGN pun kini dituntut untuk memastikan setiap rupiah di tahun mendatang bisa benar-benar memberi dampak — dari dapur sekolah hingga meja makan keluarga Indonesia.







Komentar