Salah satu trik membungkam daya kritis dan juga terhadap kelompok yang dianggap oposisi di Indonesia yang tergantung musim dan situasi bukan Idealisme itu ternyata gampang beri saja mereka “kail + umpan”.
Gak melulu kasih jabatan di pemerintahan dan BUMN, iitu mah trik basi lagu lama terlalu mudah kebaca.
Gak harus juga tiba-tiba suruh akun sosmed sebagai influencer berfolowers besar ratusan ribu bisa berubah pro kekuasaan itu mah sama aja BD (bunuh diri), bakal di-bully habis habisan.
Cara yang smooth adalah kasih mereka proyek hiburan, agama, seni & sosial publik dgn istilah kerja sama tapi bernilai milyaran adalah salah satu strategi jitu yg sudah sering dilakukan sejak rezim SBY dilanjutkan JKW dan PS sekarang.
Beri mereka proyek yang sesuai passionate & bisnis mereka bungkus lah dgn narasi netral/normatif spt “KERJA SAMA tuk NEGARA.” Kata Negara jadi seolah-olah bukan kerja sama dengan rezim padahal yg mengelola negara dan memimpin ya rezim yang selama ini dia kritisi dan jadi lawan Idealisme politiknya.
Sama seperti cara membungkam daya kritis kampus beri DANA HIBAH yang besar dan rutin.
Jadi DONATUR beri DONASI besar dan rutin untuk lembaga-lembaga NGO, Kampus2, Organisasi2 dan Yayasan2 yg keseringan kritis dan oposan dengan membungkusnya menggunakan narasi “KERJA SAMA” tapi tidak gratis & salah satu pihak pemberi dan menerima aliran MODAL INVEST/HIBAH/DONASI.
Istilahnya KALO gak bisa dikasih jabatan karena terlalu menyolok kelihatan bisa “dibeli”, ya bungkuslah dgn NARASI NETRAL yaitu “KERJA SAMA”, jadi biar seolah olah kedua belah pihak SEPADAN, tidak ada atasan dan bawahan. Supaya tdk jadi isu sudah “dibungkam” di mata masyarakat. Padahal sih sami mawon ujungnya pasti ada perubahan sikap dan opini setelah dapat proyek kerja sama. Makanya langkah pertama setelah teken kontrak, Denny Siregar tutup akun X/Twitter. 🤣
Pada berita soal Denny Siregar dengan PFN (BUMN PT Produksi Film Negara) yang KERJA SAMA ini bukan gratis coy tapi PFN jadi investor yang anggarannya dari pemerintah memberikan proyek film untuk dikerjakan perusahaan milik Densi dan bisa jadi proyek ini bernilai milyaran bukan ecek ecek juga gaes dan bukan kerja sama gak boleh mendapatkan laba/keuntungan bukan kerja sama sosial. Apalagi PFN beberapa tahun belakangan ini lbh terkenal memproduksi film/acara tv bermuatan PROPAGANDA PEMERINTAH. Proyek yg umumnya gak mengejar laba tapi yg penting anggaran habis. 🤣
Paham ya liat aja mereka mereka yg sudah biasa jadi aktivis dan seniman merangkap pernah jadi pendukung & BUZZERP yg selama ini mudah dapat kontrak dan dana dari pemerintah dan BUMN, mereka sangat sulit untuk kembali benar-benar bisa konsisten pada prinsipnya, jika tetap memilih bersebrangan dengan penguasa sekarang, apalagi jika alasannya PASSIONATE jadi TERPASUNG dan takut jadi miskin kembali. 🤭
Setiap orang punya kelemahan, setiap orang punya kebutuhan.
Everybody have price tag but tidak semua otang punya nilai.
Minimal tutup akun maksimal post/komen netral dan no komen.
(Mona W Hanna)







Komentar