Belanjanya kaya sultan, narik pajaknya kaya setan!

✍️Fahmi Hasan Nugroho

Anda dapat gaji di akhir/awal bulan, katakanlah 5 juta. Maka untuk satu bulan itu anda akan mengatur alokasi dana 5 juta itu agar setiap pos anggaran bisa terpenuhi dan anda bisa hidup hingga gajian di bulan berikutnya. Anda pastinya akan menghitung, jika pendapatan hanya 5 juta, maka mana pos prioritas yang ga boleh terlewat dan mana pos yang bisa diisi belakangan.

Tapi negara ga bekerja seperti itu. Nehara tidak bekerja dengan uang yang sudah tersedia di periode sebelumnya. Kata “pendapatan” yang anda baca di gambar ini bukanlah uang yang sudah ada sebagaimana gaji. Pendapatan di situ adalah proyeksi atau target pendapatan yang diharapkan akan dicapai di tahun tersebut. Jadi uangnya belum benar-benar ada, masih diproyeksikan. Dan negara akan mengejar target pendapatan itu.

Nah, target pendapatan yang sebesar 3.435 T itu dari mana? Salah satunya dan yang paling dominan adakah pajak, sisanya adalah seperti PNBP, Cukai dan lain-lain. Yang anda bayarkan ketika belanja di minimarket, beli rokok, bahkan sebelum anda mendapatkan gaji pemerintah sudah memotong itu untuk memenuhi target pendapatan ini.

Target pendapatan hanya 3.000 T, tapi rencana belanja sudah dipatok di angka 4.000 T. Besar pasak dari pada tiang, pasaknya sudah direncanakan besar dan megah, tapi tiangnya belum ada.

Maka, defisit anggaran itu akan diambil dari mana? Aturannya, jika pendapatan anda rendah tapi pengeluaran anda tinggi maka pilihannya ada dua: tingkatan penghasilan atau hemat pengeluaran.

Masih ada cara ketiga: utang. Jika anda sudah punya utang yang belum lunas sebelumnya, anda harus gali lubang baru untuk menutup lubang yang lama. Begitulah terus. Lingkaran setan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 komentar

  1. perumpamaan belanja rumah tangga kalu defisit resiko ditanggung sendiri. kalau belanja negara, jika defisit bisa ngutang, yang nanggung rakyat. ga bisa ngutang malakin rakyat. GAMPANG TOH jiakakakakakak 😛😛😛