Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio resmi mencabut status hukum Fatemeh Ardeshir-Larijani dan suaminya, Seyed Kalantar Motamedi, pada awal April 2026. Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa pasangan tersebut saat ini sudah tidak berada di wilayah Amerika Serikat dan telah dilarang untuk masuk kembali ke negara tersebut di masa mendatang.
Fatemeh Ardeshir-Larijani adalah seorang dokter spesialis kanker (onkologi) yang merupakan putri dari mendiang Ali Larijani, mantan Sekretaris Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran.
Detail terkait pencabutan ini meliputi:
Latar Belakang Keluarga: Fatemeh Ardeshir-Larijani adalah putri dari Ali Larijani, mantan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Agung Iran yang tewas dalam serangan udara Israel di pinggiran Teheran pada Maret 2026.
Pekerjaan Sebelumnya: Sebelum status hukumnya dicabut, ia bekerja sebagai asisten profesor di Emory University School of Medicine di Atlanta, Georgia. Kontrak kerjanya diputus pada akhir Januari 2026.
Alasan Kebijakan: Langkah ini merupakan bagian dari tindakan pemerintahan Trump yang menargetkan individu-individu dengan ikatan keluarga atau loyalitas terhadap rezim Iran. Rubio menyatakan bahwa AS tidak akan membiarkan negaranya menjadi rumah bagi warga asing yang mendukung rezim teroris anti-Amerika.
Kasus Terkait: Bersamaan dengan tindakan ini, otoritas AS juga mencabut kartu hijau dan menangkap kerabat mendiang Jenderal Qassem Soleimani—termasuk keponakannya, Hamideh Soleimani Afshar, dan putrinya—di Los Angeles dengan tuduhan menyebarkan propaganda rezim Iran.
PROFIL
Fatemeh Ardeshir-Larijani adalah seorang dokter spesialis kanker (onkologi) yang merupakan putri dari mendiang Ali Larijani, mantan Sekretaris Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran dan tokoh politik berpengaruh di Teheran.
Pendidikan: Beliau menyandang gelar MD (Doctor of Medicine) dan MSc. Berdasarkan data akademis, ia pernah menempuh pendidikan di Tehran University of Medical Sciences sebelum melanjutkan karier spesialisnya ke Amerika Serikat.
Keahlian: Spesialis dalam bidang onkologi (kanker).
Karier di AS: Hingga awal tahun 2026, ia menjabat sebagai anggota fakultas di sekolah kedokteran dan bekerja di Winship Cancer Institute milik Universitas Emory di Atlanta, Georgia. Ia juga diketahui pernah menjalani pelatihan medis di University Hospitals di Cleveland.
Status Imigrasi: Fatemeh memperoleh kartu hijau (green card) Amerika Serikat pada tahun 2021 di bawah pemerintahan Joe Biden.
Pemecatan dari Universitas Emory: Pada akhir Januari 2026, Universitas Emory mengonfirmasi telah memecat Fatemeh dari posisinya.







Jadi jelaskan siapa sebenarnya yg REAL TERORIST ? Nggak salah dulu Imam Khomeini menyebutnya BIG SATAN
pendekar HAM sariawan semua kalo korbannya muslim