Bacot Cak Imin versus Realita
“Jadi kepada masyarakat, kalau ada masalah soal ekonomi, soal utang, soal apa saja, soal alat tulis, pendidikan terutama, sampaikan kepada kita. Kita akan bertindak cepat,” kata Cak Imin di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Menurutnya, jangan sampai beban yang dialami masyarakat tidak tersampaikan kepada para pejabat ataupun tokoh masyarakat.
Ucapan cak Imin itu sebagai respon dari peristiwa tragis siswa SD di NTT yang nekat bunuh diri karena persoalan ekonomi.
Well, ada jutaan orang di Indonesia yang saat ini sedang menghadapi masalah ekonomi. Gak punya uang, gak punya beras, gak bisa bayar kontrakan, token listrik habis, gak punya pekerjaan karena baru saja di PHK dari tempatnya bekerja. Kemana mereka harus mengadu?
A. Mendatangi rumah cak Imin atau Prabowo?
B. Mendatangi rumah artis yang suka bagi-bagi gift?
C. Mendatangi rumah dinas para pejabat negara?
D. Mendatangi masjid, gereja, vihara, pura, kelenteng?
E. Mendatangi rumah pak ustad, pendeta, pastor, biksu?
F. Mendatangi kantor partai, ormas?
G. Mendatangi kantor badan amal penyalur zakat?
Apakah setelah mendatangi tempat-tempat tersebut diatas, orang yang lagi kesulitan ekonomi langsung dikasih duit?
Terlilit utang sama rentenir. Cukup datang ke rumah dinas pejabat negara. Utang langsung dibayar lunas.
Janda muda gak punya uang untuk beli susu formula. Tinggal datangi kantor PKB, Gerindra atau partai lainnya. Susu formula langsung tersedia.
Sarjana baru lulus belum dapat pekerjaan? Datangi aja kantor dinas tenaga kerja. Lu bakal langsung dikasih pekerjaan sesuai skill dan background pendidikan.
Bapak-bapak yang barusan di PHK bingung mikir biaya buat bayar SPP anaknya. Tinggal datang ke rumah Menteri Tenaga Kerja. Niscaya langsung dikasih pekerjaan.
Hehehe…. Andai hidup di Indonesia semudah bacot cak Imin, tentu gak akan ada orang yang mau jadi maling ayam, gak akan ada orang tua yang nunggak bayar SPP anaknya, gak akan ada orang yang terlilit utang pinjol, gak akan ada orang yang ngadu nasib lewat judol, gak akan ada perempuan yang jual diri lewat aplikasi mi chat.
Di Indonesia, si miskin harus berjuang sendirian dengan berbagai cara, halal maupun haram. Kalo uda kaya, baru negara hadir buat ngasih surat tagihan pajak.
(Ruby Kay)







Komentar