Argumen Kentut!
Saya mencoba memahami argumen yg dipaparkan oleh KPK ini, tapi setelah membacanya, sy geleng2 kepala. Menurut KPK ada 4 argumen kenapa mereka memberikan izin tahanan rumah ke Yaqut. Masing2 akan sy bahas.
1. KPK bilang ini tuh “bagian dari strategi penyidikan”.
Wah wah, kamu tahan itu Yaqut minggu lalu, kemudian pas lebaran, kamu kasih izin pulang ke rumah? Ini strategi? Biar Yaqut mau kerjasama gitu? Mau jadi justice collabolator? Kamu kocak. Karena bahkan jika betulan Yaqut mau buka mulut, itu tetap HARUS diumumkan secara terbuka. Kompromi apa sih yg kamu sepakati dgn pihak Yaqut? Apa “deal” yg kalian sepakati? Dia akan buka mulut soal apa? Jangan berlindung dibalik argumen “strategi penyidikan”, “diskresi”, itu tuh bullshit.
2. KPK bilang “proses administrasi dan penelaahan”.
Ambyar. 17 maret diajukan keluarga, 19 Maret disetujui. Berarti proses administrasi telah beres dong. Kenapa 19-20 Maret tdk kamu umumkan, heh? Administrasi apalagi yg kamu butuhkan> Baru bergegas kamu umumkan saat ketahuan 21 Maret pagi.
3. KPK bilang karena “libur lebaran”
Duh Rabbi, itu masinis KA masih kerja, dokter2 di UGD masih kerja, pilot2 masih kerja, Tere Liye masih kerja roadshow kemana2 jualan buku. Kamu? KPK? Libur? Untuk sesuatu yang sangat sensitif begini?
4. KPK bilang, tdk diumumkan karena “sifat penahanan yg temporer”
Ini benar2 logika kocak. Lah, memang tahanan rumah itu temporer! Siapa bilang permanen? Kamu ngerti nggak situasi lucunya? Logikamu terbalik. Justeru karena pengalihan temporer beginilah makanya perlu diumumkan.
Ayo curhat di sini, kalian takut? Atau kalian dibodohi pihak tertentu? Atau ada petinggi kalian yang bisa disetir? Ini tuh semakin kocak loh. Lihatlah, jubir KPK semakin mengarang argumen indah lainnya: “Semua tersangka boleh ajukan permohonan.”
Iyyyaaaa…. Tapi hanya yaqut yg bisa disetujui dalam waktu 2 hari saja. Lantas KPK memilih diam2 menyembunyikan faktanya. Baru bergegas menjelaskan saat ketahuan, saat keluarga tersangka lain nyinyir di depan wartawan.
(Tere Liye)







bubarin aja, nggak guna
kyk nya ngeri sama Banser
sama2 bajingan saling melindungi