Apakah MBG lebih banyak manfaat atau mudharatnya?
✍🏻Barra Ignis
Saya kritik MBG sejak awal Sri Mulyani membeberkan anggaran MBG diambil dari beberapa pos, salah satunya berasal dari anggaran pendidikan.
Dampak buruknya apa saja? Kuota penerima PIP (Program Indonesia Pintar) menurun, kuota beasiswa LPDP menurun, pengangkatan guru honorer PPPK juga terdampak, dll.
Untuk PIP dengan kuota yang belum dipangkas saja masih belum merata, sementara banyak warga miskin perlu bantuan beli alat tulis, atribut² sekolah dan seragam meski pendidikan SD-SMP gratis, setelah anggaran pendidikan dipangkas semakin gak merata lagi, makanya ada kasus siswa SD sampai bunuh diri di NTT.
Kemudian sekarang baru² ini anggaran untuk kesehatan dipangkas, 11 juta penerima PBI BPJS di nonaktifkan Kemensos, banyak pasien mau cuci darah ditolak di rumah sakit.
MBG bagus tapi lebih baik kalau gak sampai pangkas anggaran² penting prioritas pendidikan dan kesehatan, karena itu hak dasar masyarakat juga.
Pendidikan itu efeknya jangka panjang, makanya ada berita pelajar² di Papua bulan Februari tahun 2025 kompak demo tolak MBG dan prioritaskan kebijakan untuk pendidikan hingga pemerataan beasiswa kuliah.
Itu belum bahas masalah² keracunan, monopoli SPPG oleh segelintir elite sirkel pejabat, pengangkatan P3K petugas SPPG yang dikritik guru honorer, dll.
Sekarang MBG sedang digugat ke MK karena ‘memakan’ sepertiga dana pendidikan.







Komentar