Abu Ubaidah Pembebas Negeri Syam

Abu Ubaidah bin Jarrah adalah salah satu sahabat agung yang mendapatkan kehormatan sebagai “10 mubasyarin bil Jannah” (10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga), Nabi Muhammad memberi gelar Abu Ubaidah sebagai Amiinul Ummah (Kepercayaan Ummat). Abu Ubaidah adalah salah satu komandan perang terbesar sepanjang sejarah Islam, pada akhir hidupnya meskipun menjabat sebagai Gubernur Negeri Sham, beliau memilih gaya hidup sebagai rakyat biasa.

Suatu hari, Amirul Mukminin Umar bin Khattab berkunjung ke rumah Abu Ubaidah, rumahnya cuma satu kamar, di ruang itu tidak ada perabotan apa-apa, yang ada hanya sebilah pedang tergantung di dinding, dan sebuah kresek berisi gandum.

“Hari ini saya tamu anda…”, begitu kata Amirul Mukminin, sebagai kode “mana neh makanan dan minuman buat tamu”.

Abu Ubaidah pun mencari apa yang bisa disuguhkan untuk tamu, Amirul Mukminin, Presiden yang wilayahnya saat ini meliputi jazirah Arab, Mesir, Suriah, Palestina, Lebanon sampai ke Iran. Tapi Abu Ubaidah tidak menemukan apa-apa kecuali air putih dan sepotong roti yang sudah mulai kering.

“Hanya ini makananmu, Abu Ubaidah?”, kata Amirul Mukminin.

Disitu lah Abu Ubaidah menjawab dengan kata-kata yang seharusnya dicatat dengan tinta emas…

“Yaah… Amirul Mukminin, hidup ini cuma menghitung hari, setelah itu kita pergi…”

Tak kuasa menahan air mata, Amirul Mukminin menangis dan berkata, “Kita semua telah berubah karena kenikmatan dunia, kecuali kamu Abu Ubaidah”.

Sahabat Abu Ubaidah meninggal pada umur 56 tahun di masa Khalifah Umar bin Khattab. Suatu hari, ketika Amirul Mukminin duduk dengan para sahabatnya, beliau berkata, “Coba kalian kemukakan harapan yang ingin sekali diwujudkan…”

Semua mulai menyampaikan harapannya masing-masing, ketika giliran Amirul Mukminin, beliau berkata, “Aku berharap di ruangan ini semuanya seperti Abu Ubaidah bin Jarrah, Amin Ummah, jagoan umat Islam, komandan perang, dan Fatih Sham (pembebas negeri Sham) radhiallahu anhu”.

(Saief Alemdar)

*Foto atas: Masjid dan makam Abu Ubaidah di Yordania

Komentar