Abu Ubaidah bin Al Jarrah, Panglima Pembebas Palestina

Banyak yang tahu bahwa Palestina pernah dibebaskan dibawah Khalifah Umar bin Khatab, kan..

Tapi siapakah Panglima Utama pasukan pembebasan itu?

Plis Meet,
Abu Ubaidah bin Al Jarrah

Termasuk dalam golongan orang yang pertama kali masuk Islam, dan salah satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga.

Dia adalah pengajar, politikus, ahli strategi militer dan Panglima Perang yang disegani.

Saking terpercayanya, Rasulullah memberinya gelar “Aminul Ummah” (kepercayaan ummat)

Ada daerah yang meminta pengajar ilmu, Abu Ubaidah bin Al Jarrah yang dikirim

Kepemimpinan Khalid bin Walid menimbulkan konflik saat Perang Yarmuk, Abu Ubaidah bin Al Jarrah yang ditunjuk menggantikan

Bahkan namanya juga masuk dalam bursa kandidat calon Khalifah bersama Abu Bakar dan Umar bin Khatab, sesaat setelah Rasulullah wafat.

Banyak cerita pilu saat Perang Uhud, dan Abu Ubaidah bin Al Jarrah memiliki salah satunya

Di Perang Uhud, dia bertempur melawan putra kandungnya sendiri yang berpihak pada Quraisy. Dan putranya meregang nyawa di tangannya sendiri.

Karir militer Abu Ubaidah bin Al Jarrah cemerlang dibawah Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khatab.

Beberapa jejak kiprah militer nya :

🥬 Masa Khalifah Abu Bakar

  • Panglima Perang di Suriah melawan Romawi
  • Plt Walikota Homs (di Utara Damaskus)

🥬 Masa Khalifah Umar bin Khatab

  • Panglima utama pembebasan Syam (wilayah yang kini mencakup Suriah, Yordania, Lebanon, dan Palestina)
  • Menggantikan Khalid bin Walid sebagai Panglima utama di Perang Yarmuk untuk pembebasan Palestina/Baitul Maqdis
  • Gubernur Syam

Setelah diangkat jadi Gubernur Syam, Umar bin Khatab mengunjungi tempat tinggal Abu Ubaidah bin Al Jarrah.

Khalifah Umar datang ke Syam berkata kepada Abu Ubaidah, “bawa aku ke rumahmu.”

Abu Ubaidah bertanya, apa yang akan kau lakukan di rumahku? Engkau hanya akan memeras air mata di hadapanku.

Umar pun memasuki rumah Abu Ubaidah dan tidak menemukan apa-apa di dalamnya. Khalifah Umar hanya melihat sebilah pedang, baju besi, dan kendaraannya. Umar berkata kepada Abu Ubaidah, “bagaimana jika engkau mengambil beberapa barang (dari Baitul Mal).” Abu Ubaidah menjelaskan bahwa harta benda yang sedikit itu cukup untuk mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir (akhirat).

Umar pun menangis. Abu Ubaidah berkata kepadanya, “Saya sudah mengatakan kepada engkau bahwa engkau hanya akan memeras air mata di hadapanku wahai Amirul Mukminin. Cukup bagiku apa yang menyampaikan ku ke tempat peristirahatan.”

Itulah perabotan rumah seorang penakluk Syam, seorang gubernur pada masa risalah Nabawiyah, seorang komandan pasukan pada masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar yang melakukan penaklukan luas. Memperoleh harta rampasan yang melimpah dan harta yang banyak, tidak membuatnya kalap. Dia bersikap zuhud atas semua itu dan hanya mengambil sekedarnya seperti bekal orang yang melakukan perjalanan.

Abu Ubaidah bin Al-Jarrah wafat pada tahun 18 Hijriah (sekitar 639 M) akibat wabah penyakit menular yang dikenal sebagai Wabah Amwas (Tho’un Amwas). Beliau meninggal di wilayah Syam saat menjabat sebagai gubernur sekaligus panglima perang di sana.

Meskipun Khalifah Umar bin Khattab telah memintanya untuk segera meninggalkan wilayah wabah demi menyelamatkan diri, Abu Ubaidah memilih untuk tetap tinggal bersama pasukannya karena tidak ingin meninggalkan mereka dalam kesulitan.

Beliau wafat dalam keadaan syahid (syahid karena wabah). Beliau dimakamkan di sebuah tempat bernama Deir Alla di Lembah Yordania (Ghur), yang kini menjadi bagian dari kompleks Masjid Abu Ubaidah Amer ibn al-Jarrah di Yordania.

Andaikan dia tidak wafat sebelum Umar, dialah yang sebenarnya akan ditunjuk sebagai Khalifah menggantikan Umar.

(Al Fatin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Abu Ubaidah RA ini kalo hidup di jmn sekarang sdh ditangkep sm isilop krn telah membunuh anaknya hanya gara2 beda pandangan hidup, hidupnya di penjara dan pesakitan. Boro2 mjd gubernur, jadi ketua RT bisa jd dilarang keras. Zaman now hidup di negeri konoha, yg beriman dan lurus mjd pesakitan, yg bajingan spt qorun, hamam, abu jahal, abu lahab malah dikasih jabatan mentereng dan penghargaan dr negara … negeri sakit jiwa!