8 Poin Pidato Presiden Iran di Sidang Umum PBB, Delegasi AS Walk Out

🇮🇷Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato yang menantang sekaligus diplomatis dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York pada Rabu, 23 September 2026. Pidato ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang pemimpin negara yang sedang terlibat konflik militer terbuka dengan Amerika Serikat datang langsung dan berbicara di tanah AS.

Pernyataan Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian di podium Majelis Umum PBB:

  • Kami telah membuktikan bahwa kami tidak takut perang dan kami berdiri teguh untuk membela Iran sampai titik darah penghabisan.
  • Bom atom ada di tangan Israel, tetapi IAEA menginspeksi Iran. Israel membantai 70 ribu orang di Gaza, tetapi Iran yang dibom.
  • Menolak Tudingan Terorisme: Pezeshkian secara langsung membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sehari sebelumnya melabeli Iran sebagai sponsor teror. Pezeshkian menegaskan bahwa Iran justru merupakan korban terorisme.
  • Membawa Bukti Korban Perang: Di podium PBB, ia menunjukkan foto mendiang Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei yang terbunuh di awal perang, serta foto anak-anak dan warga sipil Iran yang tewas akibat serangan bom hulu ledak ganda AS dan Israel di fasilitas sekolah serta gedung olahraga.

  • Pernyataan Tidak Akan Tunduk (“Tidak Bertekuk Lutut”): Merespons ancaman Trump yang sesumbar bisa “menghancurkan” Iran, Pezeshkian dengan tegas menyatakan bahwa rakyat Iran tidak akan pernah bertekuk lutut atau tunduk pada intimidasi dan bahasa kekerasan. Ia menegaskan Iran hanya membela diri dan selama dua abad terakhir tidak pernah memulai serangan ke negara lain.
  • Tuntutan Akses Selat Hormuz: Ia mengecam blokade laut yang diterapkan oleh Amerika Serikat. Pezeshkian menegaskan tidak adil jika negara lain bebas memanfaatkan Selat Hormuz, sementara akses pelayaran Iran sendiri dicekik dan dilarang oleh AS.
  • Komitmen Program Nuklir Damai: Iran menegaskan kembali posisinya bahwa mereka tidak berambisi mengembangkan senjata nuklir, namun tidak akan melepaskan haknya untuk mengembangkan teknologi nuklir demi tujuan damai.
  • Membuka Pintu Diplomasi: Di samping sikapnya yang menantang, Pezeshkian menekankan bahwa Iran siap melakukan dialog, diplomasi, dan negosiasi secara fleksibel untuk mengakhiri konflik, asalkan pembicaraan tersebut dilakukan setara tanpa adanya paksaan militer atau ekonomi.

Catatan: Akibat sindiran langsung Pezeshkian terhadap Trump dalam pidato tersebut, delegasi Amerika Serikat yang berada di ruangan memilih untuk melakukan aksi walk out (keluar dari ruang sidang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. sikap seperti ini yang harus di tiru si mossad bin shalom bani saud badui..
    jantan… nantang ASu

    kalau anjing anjing buzzer bani saud badui… jangan asal ngomong dikit dikit Syi’ah rafidhoh…taqiyah… propaganda Syi’ah… topeng Syi’ah…

    jadi muslim yang otaknya normal

    kalau mossad bin shalom bani saud badui ngomong… periksa dulu ocehannya… benar gak

    cek fakta
    tentang Iran
    tentang bani saud badui

    benar gak

  2. yg dibunuh jahanam Majusi rafidhah Imamiyah Iran thd bangsa Arab, sejak revolusi jahanam khomeini dan fatwa penghuni neraka jahanam Ali Khamenei, jauh lebih banyak, jutaan Ahlus sunah dibunuh, puluhan ribu anak² dibunuh dg sadis, puluhan ribu perempuan Suriah diperkosa didepan keluarganya, dimana jeritannya di boster (benar² jahanan syiah), laki² banyak yg dikulit, ditiban plat besi sangat berat dll. semoga pendukungnya disini, dilaknat Allah.. yg dibunuh jahanm syiah jauh lebih banyak dari orang Palestina yg dibunuh Israel/AS.

    1. menggonggong aza kerja kau wahaboy, maling tereak maling kau, semut disebrang laut kelihatan taik mata di mata kau sendiri gk kelihatan,kek gitulah kau wahaboy tolol,kalo jumpa kupijak2x kepala kau