Zohran Mamdani Adalah Masa Depan Partai Demokrat

By Adam Kinzinger (mantan anggota Kongres AS)

Anda mungkin terkejut mendengar saya mengatakan ini, tetapi menurut saya Zohran Mamdani adalah masa depan Partai Demokrat. Namun, bukan karena alasan yang mungkin Anda kira.

Saat ini, politisi yang paling banyak disorot di Amerika adalah seorang sosialis demokrat berusia 34 tahun yang menjabat sebagai wali kota New York City. Lawan-lawannya menganggapnya sebagai “Manchurian candidate” (boneka yang dikendalikan pihak lain). Para pendukungnya menganggapnya sebagai sosok pembawa revolusi.

Dan menurut saya, Zohran Mamdani akan membentuk arah Partai Demokrat dalam satu dekade mendatang karena alasan-alasan yang melampaui sekadar video media sosial yang melambungkan namanya atau kontroversi yang tak terelakkan dalam pemerintahan.

Izinkan saya memulai dengan apa yang sudah Anda ketahui. Dia menggemparkan dunia politik seolah-olah dalam semalam. Dia sosok yang fotogenik, tangkas, jenaka dengan cara yang memikat, dan menjalankan salah satu operasi media paling gigih dalam politik Amerika. Dia memahami ekosistem media tempat kita semua hidup saat ini lebih baik daripada siapa pun. Di lingkungan yang mengapresiasi kecepatan, kepribadian, dan kenyamanan tampil di depan kamera, dia adalah sosok yang hampir sempurna.

Namun, itulah yang kita semua lihat di media sosial. Bagian yang menarik adalah apa yang terjadi ketika kita melambat dan membiarkannya benar-benar mengutarakan pemikirannya secara mendalam.

Sebab, ketika Mamdani mendapatkan ruang dalam format yang lebih panjang, dia menunjukkan pola pikir yang sangat strategis—sesuatu yang jarang terlihat dalam video-video pendek yang viral. Dan yang lebih mengejutkan, dia menunjukkan sisi pragmatisme yang bertolak belakang dengan citra karikatur dirinya yang dibentuk baik oleh para pendukung maupun lawan-lawannya.

Dalam sebuah pertemuan puncak wali kota baru-baru ini, dia ditanya mengenai kondisi kubu kiri, dan dia melontarkan pernyataan yang menarik. Dia berpendapat bahwa kaum progresif pada dasarnya telah menyerahkan wilayah politik yang sangat luas tanpa perlawanan.

“Kualitas hidup kini dianggap sebagai isu kaum kanan. Efisiensi… telah diambil alih sebagai isu kaum kanan. Pemberantasan kecurangan dan pemborosan, juga dianggap sebagai isu kaum kanan.” -Wali Kota Zohran Mamdani

Bukan hal yang Anda duga akan terlontar dari sosok ikonik DSA (Democratic Socialists of America), bukan?

Namun, dia benar. Di tengah perjalanan, kelompok kiri memutuskan bahwa keprihatinan masyarakat umum—seperti apakah jalanan terasa aman dan bersih, apakah pemerintah benar-benar bekerja, atau apakah uang pajak dibelanjakan tanpa pemborosan—dianggap sebagai tanda bahwa Anda diam-diam menyimpan novel-novel Ayn Rand di loteng rumah.

Alih-alih merangkul isu-isu yang sebenarnya ingin mereka selesaikan melalui peran aktif pemerintah, mereka justru melepas isu tersebut begitu saja. Poin Mamdani adalah bahwa sikap melepas isu itu sama saja dengan menyerahkannya kepada kelompok kanan—dalam keadaan “siap pakai” untuk dijadikan bahan kampanye serangan politik.

Begini cara ia menggambarkan konsekuensinya:

“Jika Anda melihat contoh kekacauan atau ketidakefisienan sosial, dan kelompok kiri menolak menjelaskan penyebab maupun cara mengatasinya, maka kelompok kanan bisa menunjuk seseorang di lokasi kejadian dan berkata, ‘Dialah pelakunya.’” -Zohran Mamdani.

Saya telah membaca banyak keluhan dari kalangan Demokrat bahwa partai mereka masih gagal menjalin hubungan dengan para pemilih, bahkan ketika tingkat kepuasan publik terhadap Donald Trump merosot tajam. Mamdani memberikan jawaban yang jelas mengenai alasannya.

Jika Anda sungguh meyakini bahwa pemerintah dapat membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat, maka Anda seharusnya sangat bertekad untuk memastikan pemerintah berjalan dengan baik. Anda semestinya ingin menjadi partai yang gigih memberantas pemborosan, kecurangan, dan penyalahgunaan wewenang, serta membenahi instansi yang tidak berfungsi dengan baik; sebab pemerintahan yang bekerja efektif adalah argumen terkuat yang dimiliki kubu Anda.

Sebaliknya, karena menganggap efisiensi dan kualitas hidup sebagai jebakan kaum konservatif, Partai Demokrat justru terlalu sering berakhir menjadi pembela status quo yang sebenarnya tidak disukai oleh hampir semua orang Amerika.

Namun, di sinilah letak hal yang menarik. Kebanyakan politisi Demokrat yang melontarkan gagasan serupa dengan Mamdani biasanya akan dihujani kritik tajam. Mereka mungkin dicap sebagai sosok yang lembek, neoliberal, atau sebutan yang lebih buruk lagi.

Alasan mengapa Mamdani bisa menyampaikan hal-hal tersebut sama dengan alasan mengapa politisi lain tertentu mampu mengubah arah partai mereka.

Richard Nixon bisa melawat ke Tiongkok karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa dengan meyakinkan menuduh Nixon bersikap lunak terhadap komunisme. Reputasinya sebagai tokoh garis keras yang anti-komunis begitu kokoh tak terbantahkan, sehingga ia memiliki keleluasaan untuk melakukan langkah yang sebelumnya dianggap mustahil, dan basis pendukungnya pun mengikuti langkahnya alih-alih memberontak.

Baru-baru ini, Donald Trump mampu menyeret Partai Republik ke posisi-posisi yang sebelumnya tak terbayangkan karena basis pendukungnya sudah menganggap dia sebagai salah satu dari mereka. Kesetiaannya (berbeda dengan masa kepresidenannya) tidak diragukan lagi, sehingga ia mendapatkan keleluasaan yang tidak dimiliki orang lain.

Perlu diperjelas, saya tidak sedang membandingkan Mamdani dengan Nixon dan Trump dalam hal substansi atau karakter. Namun, kesamaan mereka adalah adanya keleluasaan untuk mengambil sikap yang tidak bisa diambil oleh orang lain di partai mereka, sekaligus mengubah opini publik dalam prosesnya. Ini mungkin merupakan aset paling berharga dalam dunia politik.

Bagi basis pendukungnya, Mamdani adalah salah satu dari mereka. Ia mencalonkan diri sebagai seorang sosialis demokrat dan menang; tidak ada yang akan menuduhnya sebagai seorang sentris yang menyembunyikan pandangan aslinya atau sosok yang mengkhianati prinsip demi kapitalisme. Hal ini memberinya ruang untuk menyampaikan hal-hal yang sulit atau tidak populer tanpa dicap sebagai pengkhianat.

Sekarang, bayangkan jika seorang politisi Demokrat moderat menyampaikan pernyataan yang persis sama mengenai efisiensi, pemborosan, dan kualitas hidup. Mereka akan dituduh sekadar mengekor narasi Partai Republik bahkan sebelum mereka selesai mengucapkan kalimatnya.

Patut diakui, Mamdani telah benar-benar mewujudkan prinsip efisiensi dalam tindakan nyata. Dalam Laporan Manajemen Wali Kota yang pertama, hasil audit menunjukkan peningkatan terukur pada kinerja pemerintah terkait hal-hal yang benar-benar dipedulikan warga: perbaikan jalan berlubang meningkat 27%, pengomposan naik 25% hingga mencapai rekor tertinggi, serta pemasangan polisi tidur bertambah 25%.

Lalu pada bulan Mei, Mamdani meluncurkan COGE (Komisi Efisiensi Pemerintah) untuk mencari lebih banyak cara guna meningkatkan kinerja pemerintah kota. Melalui langkah ini, ia secara langsung menantang DOGE—lembaga andalan Elon Musk—dalam upaya merebut kembali citra tata kelola pemerintahan yang baik dari tangan miliarder yang gemar melakukan perombakan radikal ala “gergaji mesin” tersebut.

Itulah sebabnya saya terus memantau kiprahnya. Bukan karena saya sepakat dengan setiap kebijakannya, melainkan karena ia memiliki pemikiran strategis yang tajam serta kredibilitas untuk menyampaikan kebenaran yang tidak mengenakkan kepada pihak-pihak di kubunya sendiri—dan tetap didengar alih-alih dikucilkan.

Mamdani adalah politisi serius yang sedang menjalankan strategi jangka panjang yang jauh melampaui pemahaman para pengkritiknya.

Jangan pernah meremehkannya jika Anda tidak ingin menanggung risikonya.

–FB–

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. insya ALLAH zohran mamdani akan menjadi presiden amerika berikutnya…..ia akan memecahkan hubungan baik dengan israel…ia harapan umat islam kedepan..lbh baik dibandingkan dari mengharap raja raja arab jahiliyah….disisi timur yaman dan afganistan pakistan…di dunia barat muncul mamdani…
    …saat itu islam akan berkibar kembali..insya Allah…