Vokalis U2, Bono, melontarkan kritik keras terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir membandingkan pernyataan sang menteri mengenai penduduk Gaza dengan retorika pemimpin SS Nazi, Heinrich Himmler.
Dalam sebuah wawancara dengan Majalah Rolling Stone pekan ini, Bono mengatakan bahwa komentar Ben-Gvir mengenai penduduk Gaza yang dianggap “tidak layak hidup” serupa dengan pernyataan Himmler.
Himmler dipandang sebagai tokoh paling berpengaruh kedua setelah Adolf Hitler dalam rezim Nazi tahun 1930-an; ia memimpin Schutzstaffel (SS) dan mengawasi pelaksanaan Holocaust.
Komentar yang dimaksud Bono disampaikan oleh Ben-Gvir dalam sebuah siniar (podcast), di mana ia berkata tentang penduduk Gaza: “Ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka seharusnya tidak hidup. Mereka bahkan bukan manusia.”
Dalam wawancara dengan Rolling Stone tersebut, Bono mengecam serangan Hamas pada 7 Oktober—menyebutnya sebagai “pelanggaran keji”—sebelum mengkritik komentar menteri Israel itu.
Majalah tersebut menyatakan bahwa Bono membandingkan “retorikanya [Ben-Gvir] mengenai Gaza… dengan Himmler”. Majalah itu kemudian mengutip langsung perkataan Bono.
“Sebagai seseorang yang selalu mendukung Israel… sebagaimana saya juga mendukung rakyat Palestina… di sini ada seorang pria, seorang menteri dalam pemerintahan, dan dia tidak dipenjara… dan pria ini [Perdana Menteri Benjamin] Netanyahu berkata, ‘Yah, saya membutuhkannya untuk mempertahankan mayoritas suara saya’… Begitu banyak orang yang telah memperluas wawasan saya, mengubah kesadaran saya, membuat saya tertawa, mematahkan hati saya dengan lagu-lagu mereka, serta membangkitkan semangat saya, adalah orang Yahudi. Dan pria ini mencoreng citra agama mereka… Sungguh keterlaluan,” ujar Bono dalam wawancara tersebut.
Ben-Gvir menanggapi komentar itu dengan kemarahan di platform X, dengan mengatakan: “Tidak ada batas bagi kemunafikan para pendukung terorisme di dunia. Bono tidak membandingkan para pembunuh dari Hamas dengan Himmler—melainkan membandingkan mereka yang membela orang Yahudi dari pembantaian berikutnya.
“Jika Anda benar-benar peduli pada penduduk Gaza, bantulah mereka pindah ke Irlandia.” “Mereka sangat ingin beremigrasi dari Gaza. Mereka akan memiliki masa depan yang cerah di Irlandia.”
Ia juga mengunggah video buatan AI yang memperlihatkan para pengungsi Gaza meninggalkan wilayah yang dilanda perang itu menuju Irlandia, sembari mendengarkan musik U2.







