Ustadz Muhammad Thalib, Amir Majelis Mujahidin, wafat di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, pada Senin (28/9/2026) pukul 22.00 WIB. Ia meninggal dunia dalam usia 77 tahun.
Profil
Drs. H. Muhammad Thalib (30 November 1948 – 28 September 2026) adalah seorang ulama, akademisi, dan tokoh Islam Indonesia yang lama menjabat sebagai Amir (Ketua) Majelis Mujahidin. Beliau wafat pada usia 77 tahun di Yogyakarta dan dikenang atas dedikasinya yang panjang dalam dakwah, kajian Al-Qur’an, serta kepemimpinan organisasi.
Biodata Singkat
- Nama Lengkap: Drs. H. Muhammad Thalib
- Tempat, Tanggal Lahir: Surabaya, 30 November 1948
- Wafat: 28 September 2026 di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta
- Nama Orang Tua: Abdullah bin Thalib (ayah) dan Muslihah binti Ali (ibu)
Riwayat Pendidikan
- Sekolah Rakyat (lulus tahun 1960)
- SMP Negeri (sampai kelas II)
- Pesantren PERSIS Bangil (Tsanawiyah dan Aliyah, lulus 1967)
- Fakultas Syari’ah Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta (lulus Januari 1978)
Karier Akademik dan Pengajaran
- Pengajar Pesantren: Mengajar di Pesantren PERSIS Bangil (1968–1971).
- Asisten Dosen: Bertugas di Fakultas Dakwah Muhammadiyah Yogyakarta (1974–1978).
- Dosen UII: Menjadi dosen di Fakultas Syari’ah dan Tarbiyah UII Yogyakarta (1978–1993).
- Dosen UGM & Surakarta: Mengajar mata kuliah Agama di Fakultas Psikologi UGM (1977) serta Ma’had ‘Ali Al Mukmin Surakarta (2003–2005).
Peran di Majelis Mujahidin
Ustadz Muhammad Thalib terlibat aktif sejak awal pendirian organisasi yang dideklarasikan melalui Kongres I di Yogyakarta pada 5–7 Agustus 2000. Organisasi ini dikenal membawa agenda perjuangan penerapan syariat Islam di Indonesia. Berdasarkan data dari Situs Resmi Majelis Mujahidin, beliau dipercaya memegang kepemimpinan tertinggi sebagai Amir Majelis Mujahidin selama beberapa periode berturut-turut, termasuk kembali terpilih dalam Kongres Mujahidin IV.
Karya Intelektual
Beliau aktif menulis buku-buku keagamaan dan tafsir. Salah satu karya monumentalnya adalah Tarjamah Tafsiriyah, yang disusun sebagai langkah korektif terhadap terjemahan Al-Qur’an yang dianggapnya kurang tepat dalam menyampaikan makna ayat secara utuh.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Semoga Allah ﷻ mengampuni segala khilafnya, menerima seluruh amal ibadah dan perjuangannya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan almarhum di jannah-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.








Inna lillahi wa Inna ilaihi Roji’un.Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’ fu’ anhu..aamiin🤲