“Urun omong” Anies soal Board of Peace

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan serangan gabungan oleh militer Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran seharusnya membuat Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Trump.

Mantan Calon Presiden Pilpres 2024 itu berpendapat tidak semestinya Indonesia memberi karpet merah kepada pelanggar kedaulatan negara lain.

“Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace yang dibentuk dan dipimpin seumur hidup oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump menimbulkan satu pertanyaan yang mengganggu. Apakah ini benar-benar jalan untuk perdamaian yang adil atau kita sedang ikut melegitimasi ketidakadilan yang selama ini kita kecam?” kata Anies dalam video yang diposting di akun media sosialnya, Kamis (5/3/2026).

Board of Peace memang tertulis menjanjikan perdamaian. Namun, ketuanya yaitu Presiden Trump justru baru saja memerintahkan serangan militer ke Iran bersama Israel.

Bagaimana mungkin Dewan Perdamaian itu bisa tetap berjalan seolah tak terjadi apa-apa ketika pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia?” ungkap Anies.

Menurut Anies, serangan AS-Israel ke Iran sudah cukup sebagai alasan Indonesia untuk keluar dari Board of Peace.

“Prinsip kita yaitu membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan membela korban penjajahan, bukan malah memberi karpet merah pada pelakunya. Maka kita bisa gunakan momentum serangan ke Iran ini untuk keluar dari Board of Peace dan menyatakan dengan tegas, maaf, Indonesia tidak bisa berada dalam forum perdamaian yang menutup mata pada pelanggaran hukum internasional oleh pendirinya sendiri,” tandas Anies.

SIMAK SELENGKPANYA VIDEO DIBAWAH:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar