Ultimatum! Mojtaba Khamenei: Semua pangkalan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah harus segera ditutup

Seyyed Mojtaba Khamenei telah mengeluarkan pernyataan pertamanya sejak terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dan beberapa anggota keluarganya dibunuh dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada awal perang yang kini telah melibatkan sebagian besar Timur Tengah.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis 12 Maret 2026 sperti dilansir Al Jazeera, Khamenei menyerukan persatuan nasional dan mengatakan bahwa jalur vital global Selat Hormuz akan terus ditutup untuk menekan musuh-musuh Iran.

Ia menambahkan bahwa semua pangkalan AS di kawasan itu harus segera ditutup atau diserang. Meskipun Iran percaya pada persahabatan dengan negara-negara tetangga, Khamenei mengatakan serangan terhadap pangkalan AS di kawasan itu akan terus berlanjut.

Pernyataan itu juga mengatakan Iran akan membalas darah para syuhada, termasuk para korban serangan 1 Maret terhadap sebuah sekolah perempuan di kota Minab, yang menurut pejabat Iran menewaskan sedikitnya 165 orang, banyak di antaranya anak-anak. NPR telah mengkonfirmasi bahwa militer AS sedang menyelidiki bagaimana mereka bisa menargetkan sekolah tersebut.

Perlawanan di Yaman “juga akan melakukan tugasnya,” kata pemimpin tertinggi itu, menambahkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata di Irak juga “ingin membantu” revolusi Islam.

Khamenei berterima kasih kepada militer negara itu, yang menurutnya telah mencegah Iran didominasi atau terpecah belah saat diserang.

“Saya ingin berterima kasih kepada para pejuang pemberani yang melakukan pekerjaan hebat pada saat negara kita berada di bawah tekanan dan serangan,” katanya, dan berjanji bahwa Iran akan terus berjuang.

Sehari sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengakui Mojtaba Khamenei mengalami luka dalam serangan yang menewaskan ayah dan keluarganya, tetapi ia dalam kondisi yang baik .

“Dia (Mojtaba) terluka, tetapi kondisinya baik. Saya tidak tahu kapan dia akan menyampaikan pidato pertamanya (sebagai pemimpin tertinggi Iran),” kata Baghaei kepada surat kabar Italia Corriere della Sera pada Rabu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. baru sekarang mereka merasakan ada hal yang mana membuat kerugian dengan ada pangkalan militer Amerika 🗽 Serikat di negara arab 🐫 Teluk