Ultimatum Mojtaba Khamenei: Pangkalan-pangkalan AS akan terus diserang kecuali ditutup

Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, telah mengeluarkan peringatan keras bahwa seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah harus segera ditutup atau akan menghadapi serangan berkelanjutan. Pernyataan ini merupakan pesan publik pertamanya sejak menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara AS-Israel pada akhir Februari 2026.

Berikut adalah poin-poin utama dari pernyataan tersebut:

  • Ultimatum Penutupan Pangkalan: Khamenei menuntut agar negara-negara tetangga di kawasan Teluk segera menutup pangkalan militer AS, dengan menyatakan bahwa klaim Amerika mengenai upaya menciptakan keamanan adalah sebuah “kebohongan”.
  • Ancaman Serangan: Ia menegaskan bahwa pangkalan-pangkalan tersebut akan menjadi target serangan jika tetap beroperasi, dengan alasan bahwa instalasi militer tersebut digunakan untuk meluncurkan agresi terhadap Iran.
  • Penutupan Selat Hormuz: Khamenei menyatakan bahwa pemblokiran Selat Hormuz harus terus dilakukan sebagai alat tekanan strategis terhadap musuh-musuh Iran.
  • Tuntutan Ganti Rugi: Iran menuntut pembayaran reparasi perang. Jika tidak dipenuhi, Khamenei mengancam akan menyita aset atau menghancurkan properti lawan dengan nilai yang setara.
  • Kondisi untuk Damai: Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara terpisah menguraikan tiga syarat untuk mengakhiri perang: pengakuan hak-hak sah Teheran, pembayaran kompensasi, dan jaminan internasional untuk mencegah agresi di masa depan.

Ketegangan ini terjadi di tengah konflik yang telah berlangsung selama 13 hari, yang menyebabkan lonjakan harga minyak dunia hingga melampaui $100 per barel. AS telah menanggapi ancaman ini dengan mengevakuasi kedutaan besarnya di beberapa negara seperti Bahrain, Irak, dan Kuwait.

(sumber: Al Jazeera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar