Trump Makin Gila

Makin Gila, Trump Unggah Peta AS yang Mencakup Greenland, Kanada, dan Venezuela

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah membagikan gambar peta Amerika Serikat yang mencakup Greenland, Kanada, dan Venezuela.

Gambar tersebut diunggah Trump di platform Truth Social dan merupakan gambar editan menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Gambar yang dibagikan Trump pada Selasa (20/1/2026) memperlihatkan dirinya duduk di samping sebuah peta AS yang diperluas, saat ia tampak berbincang dengan para pemimpin Eropa.

Gambar tersebut merupakan versi editan dari foto asli yang diambil ketika Presiden Perancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen berkunjung ke Washington DC pada Agustus 2025. Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin Eropa berada di Washington ketika Trump melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Peta dalam unggahan terbaru Trump kemudian menimbulkan spekulasi luas karena menampilkan wilayah negara lain seolah-olah menjadi bagian dari Amerika Serikat.

Unggahan itu muncul di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara Washington dan sejumlah negara Eropa.

Ambisi Trump

Sejak kembali menjabat pada Januari 2025, Trump berulang kali menyampaikan keinginannya untuk mencaplok Kanada sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat.

Ia juga pernah mengunggah gambar yang menyebut dirinya sebagai “Penjabat Presiden Venezuela” setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Pada awal Januari 2026, Trump secara terbuka menyatakan bahwa AS perlu mengambil alih Greenland.

Greenland merupakan wilayah otonom Denmark, namun Trump berulang kali menyatakan bahwa AS harus menguasai pulau Arktik itu demi kepentingan keamanan nasional.

Ia bahkan menolak menyingkirkan kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih wilayah tersebut serta mengancam penerapan tarif terhadap sekutu Eropa yang menentang rencana itu.

Ancaman tarif terhadap negara Eropa

Trump secara terbuka mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa mulai 1 Februari, yang akan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni.

Ancaman tersebut akan berlaku kecuali terjadi “pembelian Greenland secara lengkap dan total” oleh AS.

Dalam unggahannya di Truth Social pada Jumat (16/1/2026), Trump menulis,

“Kami telah mensubsidi Denmark, dan semua Negara Uni Eropa, serta negara lainnya, selama bertahun-tahun dengan tidak mengenakan tarif atau bentuk kompensasi apa pun. Sekarang, setelah berabad-abad, sudah waktunya Denmark membalas — perdamaian dunia sedang dipertaruhkan! China dan Rusia menginginkan Greenland, dan tidak ada satu pun yang bisa dilakukan Denmark untuk mencegahnya.”

“Saat ini mereka hanya memiliki dua kereta luncur anjing sebagai perlindungan, satu di antaranya baru ditambahkan. Hanya Amerika Serikat, di bawah PRESIDEN DONALD J TRUMP, yang bisa memainkan peran ini, dan dengan sangat sukses! Tidak ada yang akan menyentuh tanah suci ini, terutama karena keamanan nasional Amerika Serikat dan dunia secara keseluruhan dipertaruhkan. Di atas segalanya, Denmark, Norwegia, Swedia, Perancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia telah melakukan perjalanan ke Greenland, untuk tujuan yang tidak diketahui,” imbuhnya.

Penolakan tegas Greenland

Pemerintah Greenland secara terbuka menolak klaim dan ambisi Trump.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan bahwa negaranya tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat.

“Greenland tidak ingin diperintah dari Amerika Serikat. Greenland tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat,” kata Nielsen pekan lalu.

Komentar