Pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagian akses transportasi darat belum pulih. Distribusi bantuan kepada korban terhambat. Padahal, korban butuh bantuan segera.
Pemerintah menyatakan masih mampu menangani bencana di Sumatera dan merasa belum perlu meminta bantuan asing.
Sementara, banyak yang mendesak agar pemerintah segera membuka keran bagi bantuan asing guna mempercepat proses penanganan bencana.
Bantuan asing bukan hal baru di Indonesia
Sejumlah bencana di Indonesia pernah melibatkan bantuan asing dalam tahap pemulihan, seperti pada Tsunami Aceh 2004. Dua hari pascakejadian, presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono membuka provinsi tersebut untuk menerima bantuan darurat dari lembaga internasional.
Dalam satu minggu, lebih dari 50 lembaga internasional berdatangan.
Pada Gempa Palu 2018, bantuan internasional kembali dilibatkan tiga hari setelah bencana. Saat itu, bantuan asing diprioritaskan untuk tahap rekonstruksi dan rehabilitasi.








Komentar