Telah Gugur Syahid Mujahid Sang Pemilik Bayangan di Khan Younis
Apakah kalian masih ingat dengan sosok pemilik bayangan itu?
Apakah kalian masih ingat dengan aksi legendaris sang pahlawan yang sendirian mengejar sebuah tank?
Dialah sang syahid “Thariq Nashrallah Al Barim”.
طارق نصرالله البريم
Ia bukan sekadar seorang pejuang… ia adalah gambaran sempurna dari keberanian dan keteguhan hati.
Dalam salah satu pertempuran, ia maju dengan langkah penuh keyakinan menuju kendaraan penggali militer. Ia berhasil mengejutkan pengemudinya, menembaknya hingga tewas, lalu mengambil senjatanya untuk melawan penjajah dengan senjata itu sendiri.
Tidak berhenti sampai di situ… ia melesat bagaikan kilat mengejar sebuah kendaraan pengangkut pasukan lapis baja, di dalamnya terdapat salah seorang komandan penting dari Divisi Gaza. Adegan itu benar-benar seperti potongan film: para tentara berlari ketakutan, sementara Thariq sendirian mengejar mereka dengan gagah berani, menembak tanpa gentar, seolah-olah ia adalah sebuah pasukan besar.
Ia bahkan berhasil membunuh Sersan Abraham Ozlai dengan tangannya sendiri.
Musuh mengakui bahwa momen itu merupakan salah satu saat paling menakutkan bagi mereka, karena mereka tak bisa percaya bahwa hanya seorang pria dapat membuat satu unit pasukan lengkap bersenjata penuh menjadi kocar kacir.
Dari situlah julukannya muncul: “Pemilik bayangan.”
Sebuah foto yang diambil saat salah satu aksinya memperlihatkan bayangannya terlihat secara heroik di tanah. Bayangan itu kemudian menjadi simbol—lebih besar daripada tubuhnya, dan lebih panjang daripada hidup itu sendiri.
Itu bukanlah satu-satunya aksinya. Dalam pertempuran lain, ia melakukan operasi berani terhadap sebuah pos Zionis. Ia menyusup pada malam hari, menanam bahan peledak di bawah titik pertahanan mereka, lalu mundur dengan selamat dan menyaksikan dari kejauhan ketika api melalap seluruh pos hingga hancur. Operasi itu membuat namanya tercatat dalam catatan musuh, sebelum akhirnya diabadikan oleh perlawanan dalam daftar para pahlawan.
Dan dalam serangan terakhir perlawanan di Khan Younis, ia gugur sebagai syahid, meninggalkan kisah yang tak akan pernah berakhir dan bayangan yang berkata kepada dunia:
“Di sini pernah lewat seorang lelaki… lebih tinggi dari penjajahan, dan lebih besar dari kematian.”
Semoga Allah merahmatinya dan menerimanya di surga firdaus.
Dan biarlah musuh tahu, setiap bayangan yang pergi akan melahirkan seribu bayangan lain yang lebih panjang dan lebih hebat.
https://web.facebook.com/100010430111502/posts/2607876429570002/?rdid=OG6rAbid2tnrQ3UW#







Komentar