TARGET UTAMA ISRAEL Dr. Khalil al-Hayya Selamat dari upaya pembunuhan di Qatar

Pemimpin Hamas Dr. Khalil Al-Hayya selamat dari serangan Israel di Qatar, Selasa (9/9/2025).

Dr. Khalil Al-Hayya adalah target utama serangan Israel terhadap pemimpin utama Hamas untuk meruntuhkan kekuatan Hamas di Qatar.

Meski al-Hayya selamat, putranya Humam Khalil al-Hayya, syahid bersama lima orang lainnya.

Para pembenci Hamas kerapa menuduh para pemimpin Hamas “bersenang-senang” di Qatar, membiarkan rakyat Gaza menderita.

Serangan hari ini membuktikan bahwa, sebagai mediator dan pemimpin utama Hamas, ia berani memposisikan dirinya sebagai orang nomor satu yang menjadi incaran Mossad dan agen-agen AS di seluruh dunia.

Dr. Khalil Al-Hayya bukanlah sembarang orang.

Ia lahir di Gaza pada 5 November 1960.

Ia tumbuh besar sepenuhnya di Gaza selama 54 tahun.

Baru pada tahun 2014 ia sering keluar untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.

Ia bukan hanya seorang pemimpin Hamas tetapi juga seorang ulama Gaza yang lahir dari medan jihad.

Ia menyelesaikan gelar Sarjana Syariah di Universitas Islam Gaza (1983), Magister Ulum al-Hadits di Universitas Yordania (1986), dan Doktor di bidang yang sama di Sudan (1997).

Beliau adalah dosen dan Dekan Bidang Kemahasiswaan di Universitas Islam Gaza.

Dengan latar belakang akademis ini, beliau dianggap sebagai ulama yang memimpin jihad.

Sejak mahasiswa, ia telah terlibat dalam kegiatan membina mahasiswa untuk menjadi pejuang Palestina di masa depan.

Ia telah memegang berbagai posisi penting, termasuk anggota Biro Politik Hamas, Ketua Fraksi Hamas di parlemen setelah Hamas memenangkan pemilu 2006, Wakil Ketua Hamas di Gaza pada tahun 2017, dan ketua negosiator sejak wafatnya syahid Ismail Haniyya.

Al-Hayya juga sebelumnya dikenal sebagai negosiator terkemuka, memainkan peran kunci dalam dialog perdamaian Hamas-Fatah serta dalam gencatan senjata dengan Israel setelah perang 2012 dan 2014.

Ia juga memainkan peran penting dalam menghubungkan perjuangan Palestina dengan dunia Arab dan Islam. Untuk memastikan perjuangan Gaza tetap hidup di hati umat Islam.

Apa yang telah dikorbankan Dr. Khalil Al-Hayya dalam perjuangannya untuk pembebasan Palestina?

  • 19 anggota keluarganya telah gugur akibat serangan Israel sejauh ini.
  • Putranya, Hamzah, seorang pejuang Al Qassam, syahid pada tahun 2008.
  • Putranya, Osama, istri, dan ketiga anak mereka yang masih kecil, tewas dalam perang 2014.
  • Sekarang putranya, Humam, syahid oleh serangan Israel di Qatar

Dr. Khalil al-Hayya adalah seorang ulama pejuang yang menyatukan ilmu, dakwah, dan jihad dalam satu tubuh.

Maka, biarlah amal dan pengorbanan yang berbicara untuk segalanya.

(Hairul Anuar)

Komentar