Thalhah bin Ubaidillah adalah salah satu orang terkaya dari Bani Taim. Asli suku Quraisy. Termasuk generasi awal sahabat yang memeluk Islam ketika masih di Mekkah.
Mirip dengan Abdurrahman Bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah juga punya phobia harta.
Tanahnya terjual mahal, dia sedih
Dagangannya untung berlipat, dia sedih
Semakin banyak duitnya, semakin galau.
Lihat suaminya sedih, istri Thalhah bin Ubaidillah, Su’da binti Auf dengan santai berkata,
“Udah, bagiin aja hartanya sampai habis.”
Dan bener, semua harta itu lalu dia bagikan sampai habis.
Setiap pintu rumah di Madinah diketuk, ditawari harta
Dia bahkan menanggung seluruh pengeluaran anggota Bani Taim
Menikahkan anak-anak mereka, merawat para yatim, memberi pekerjaan dan melunasi semua hutang-hutang mereka.
Puncak heroik seorang Thalhah bin Ubaidillah terjadi saat Perang Uhud.
Ketika itu, dia menjadi tameng hidup bagi Rasulullah dari hujan anak panah, serbuan Pedang dan tombak dari musuh.
Tangan kirinya memeluk Rasulullah, tangan kanannya menangkis serangan musuh.
Setelah perang selesai, para sahabat menyisir korban
Yang syahid dikuburkan
Yang luka diobati
Mereka menemukan Thalhah bin Ubaidillah dalam kondisi mengenaskan.
Jari-jari kanan putus, diseluruh badannya ditemukan 70 luka sabetan pedang dan panah.
Thalhah bin Ubaidillah berhasil diselamatkan dan pulih, meskipun seluruh jarinya hilang, dan 1 tangannya lumpuh.
Karena kejadian itu, Rasulullah menyebut Thalhah bin Ubaidillah sebagai “Syahid yang Hidup”
Orang nya masih berjalan di bumi, tapi telah memberikan nyawanya.
Salah satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga.
Thalhah bin Ubaidillah wafat di usia 62 tahun, dengan kekayaan 200.000 dinar (11 Milyar)
Orang yang sudah dijamin syahid dan masuk surga aja, effortnya masih segitunya.
Lah, kita??
(Al Fatin)






