SOHIB YAHUDI

MENGENANG MAKAN SIANG KETUM PBNU & AKADEMIKUS PRO-ISRAEL PETER BERKOWITZ

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf minta maaf telah mengundang Akademisi Pro-ISRAEL Peter Berkowitz.

Yahya mengaku tidak mengetahui bahwa Berkowitz yang merupakan keturunan Yahudi berkebangsaan Amerika, sangat pro Israel dan aktif menulis serta menyuarakan dukungan terhadap pembantaian warga Gaza.

Namun janggalnya, di satu sisi, Yahya juga mengaku telah mengenal Berkowitz sejak tahun 2020 dan tertarik dengan penelitian-penelitian akademiknya.

Apakah Yahya hanya mengenal Berkowitz sebagai seorang akademisi dan tidak mengerti latar belakangnya sebagai pendukung genosida yang telah membantai lebih dari 62.000 warga Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu?

Menariknya, banyak catatan digital yang menunjukan, Yahya beberapa kali berinteraksi dengan Berkowitz dalam pertemuan langsung.

Satu momen yang sangat romantis diantara keduanya. Yahya pernah diajak makan siang bersama Berkowitz saat Yahya berkunjung ke Amerika untuk dialog hukum internasional dengan sejumlah tokoh dari The Heritage Foundation pada 16-19 September 2024.

Setelah pertemuan yang berlangsung selama 2 jam, Gus Yahya diajak makan siang bersama Berkowitz yang merupakan mantan Kepala Divisi Perencanaan Kebijakan Kementerian Luar Negeri Amerika.

Dalam artikel “Melawat Ke Amerika Serikat, Gus Yahya Perkenalkan Gagasan NU Soal Peradaban”, dituliskan: “Berkowitz bukan orang asing bagi Gus Yahya mengingat ia pernah terlibat sebagai narasumber dalam Forum R20 yang digelar NU di Bali, November 2022”.

Dalam jamuan makan siang itu, berbicara langsung kepada Yahya, Berkowitz memuji inisiatif yang telah digelar NU itu.

Menurut Berkowitz, forum itu merupakan inisiatif luar biasa penting yang meninggalkan kesan tak terlupakan.

Oleh sebab itu, Berkowitz kemudian berupaya menyambungkan Yahya dengan simpul-simpul strategis di AS yang diharapkan dapat mendukung dan membantu NU dalam inisiatif-inisiatif internasional lebih lanjut.

Dengan jamuan makan siang bersama, interaksi, gemar terhadap penelitian-penelitian dan kedekatan strategis seperti ini, apakah Yahya benar-benar tidak mengerti siapa Berkowitz?

Apakah Yahya tidak paham Berkowitz pro-genosida Israel di Gaza?

Semoga saja benar, Yahya tidak memahami. Namun sebaliknya, jika Yahya benar-benar tau dan sengaja mengundangnya sebagai pembicara di Jakarta, ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Semoga saja Yahya sedang tidak beralibi, pura-pura tidak mengetahui Berkowitz pro Zionis untuk menghindari amukan kritik rakyat Indonesia !!!

(✍️Faisal Lohy)

Komentar