Singapura pada Jumat (21/11/2025) menjatuhkan sanksi finansial dan larangan masuk terhadap empat warga ‘Israel’ karena keterlibatan mereka dalam “tindakan kekerasan” terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Meir Mordechai Ettinger, Elisha Yered, Ben-Zion Gopstein, dan Baruch Marzel “telah terlibat dalam tindakan ekstremis yang sangat serius terhadap warga Palestina di Tepi Barat,” kata Kementerian Luar Negeri Singapura dalam sebuah pernyataan.
“Tindakan seperti itu melanggar hukum serta merusak dan membahayakan prospek solusi dua negara,” tambah pernyataan tersebut.
Kementerian itu kembali menegaskan posisi Singapura bahwa permukiman ‘Israel’ di Tepi Barat adalah ilegal menurut hukum internasional.
“Keberadaan dan perluasan permukiman ini akan membuat solusi dua negara semakin sulit diwujudkan,” tegasnya.
“Sebagai pendukung kuat hukum internasional dan solusi dua negara, Singapura menentang segala upaya sepihak untuk mengubah keadaan di lapangan melalui tindakan yang ilegal menurut hukum internasional,” lanjut pernyataan itu.
Singapura mendesak pemerintah ‘Israel’ untuk “menahan tindakan kekerasan pemukim dan menindak para pelakunya.”
Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), para pemukim ilegal melakukan 71 serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat hanya dalam satu pekan bulan lalu, yang menyebabkan satu warga Palestina tewas dan 99 lainnya terluka.
Tentara ‘Israel’ telah meningkatkan serangan di Tepi Barat yang diduduki sejak meletusnya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023.
Lebih dari 1.076 warga Palestina telah dibunuh dan 10.700 terluka akibat serangan tentara dan pemukim ilegal di wilayah tersebut. Lebih dari 20.500 orang juga telah ditangkap, menurut laporan Anadolu.
Pemerintah ‘Israel’ terus menyetujui pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat meski ada putusan bersejarah dari Mahkamah Internasional (ICJ) pada Juli lalu. Pengadilan Dunia menyatakan bahwa pendudukan ‘Israel’ atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan evakuasi seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.







Komentar