

Si Paling Budaya dirujak Netizen 😂
Berbudaya harus diiringi dengan pengetahuan umum dan sejarah yang luas, kalo tidak ya jadi bahan tertawaan orang yang paham🤣
(1) Batu Yoni berasal dari India adalah artefak kuno berbentuk vulva yang melambangkan Dewi Parwati dan sering dipasangkan dengan Lingga (falus), simbol Dewa Siwa, untuk melambangkan penyatuan dan penciptaan kehidupan dalam agama Hindu, menjadi bukti masuknya pengaruh Hindu dari India ke Jawa Kuno untuk pemujaan dan ritual kesuburan, seperti terlihat pada banyak temuan di candi-candi Jawa.
(2) Blangkon adalah perpaduan budaya. Para pedagang Gujarat yang beragama Islam sering mengenakan sorban (kain panjang yang diikatkan di kepala). Kebiasaan ini menginspirasi masyarakat Jawa untuk menggunakan ikat kepala serupa sebagai bentuk adaptasi budaya.
- Asimilasi Budaya: Penggunaan blangkon dianggap sebagai hasil perpaduan antara budaya lokal Jawa dengan pengaruh Hindu dan Islam yang dibawa oleh pendatang, termasuk mereka yang berasal dari Gujarat dan Arab.
- Transformasi Menjadi Blangkon: Awalnya, penutup kepala ini berupa kain ikat manual yang rumit. Seiring waktu, tercipta inovasi penutup kepala “siap pakai” yang kemudian disebut blangkon (berasal dari kata blangko yang berarti siap pakai).
(3) Kemeja berasal dari mana?
Kemeja memiliki sejarah yang panjang, dengan bukti arkeologis menunjukkan pakaian mirip kemeja berasal dari Mesir kuno sekitar 3000 SM. Adaptasi modern kemeja seperti yang dikenal saat ini berkembang di Eropa, dan kata “kemeja” di Indonesia berasal dari bahasa Portugis, yaitu camisa.
Asal Usul Pakaian Kuno
Pakaian tertua di dunia yang masih utuh, yang ditemukan oleh Flinders Petrie di sebuah makam Dinasti Pertama Mesir di Tarkan, adalah kemeja linen “yang sangat canggih”. Pakaian ini didesain dengan bahu dan lengan baju yang dilipat rapi untuk memberikan bentuk yang pas, menunjukkan bahwa konsep pakaian bagian atas sudah ada sejak ribuan tahun lalu di Mesir.
Perkembangan di Eropa
Di Eropa, kemeja pada awalnya dianggap sebagai pakaian dalam pria dan biasanya terbuat dari linen. Baru pada abad ke-18 dan ke-19, kemeja mulai digunakan sebagai pakaian luar dan menjadi simbol formalitas. Pada tahun 1970-an, kemeja pria tampil dengan variasi garis dan corak warna yang sangat beragam, dan wanita juga mulai mengenakan blus dengan garis bentuk serupa kemeja pria.
Etimologi Kata “Kemeja”
Di Indonesia, istilah “kemeja” atau “kamisa” diserap dari bahasa Portugis, camisa. Ini menunjukkan adanya pengaruh budaya dan perdagangan dari Portugal dalam sejarah perkembangan pakaian di Nusantara.
-demikian-







Komentar