Israel dilaporkan mulai mempertimbangkan langkah evakuasi sejumlah permukiman di wilayah utara yang berbatasan dengan Lebanon menyusul meningkatnya serangan yang dilancarkan kelompok perlawanan Lebanon, Hezbollah.
Surat kabar Israel berbahasa Ibrani Haaretz mengungkapkan, sumber-sumber militer Israel mengakui bahwa pasukan mereka menghadapi tantangan serius dalam menghadapi serangan drone Hezbollah yang semakin intens dalam beberapa hari terakhir.
Menurut sumber tersebut, operasi militer yang berlangsung di Lebanon diperkirakan tidak memiliki batas waktu yang jelas dan berpotensi berlangsung dalam jangka panjang. Situasi ini membuat opsi evakuasi permukiman Yahudi di sepanjang perbatasan Lebanon mulai dipertimbangkan secara serius oleh otoritas keamanan Israel.
video pengungsi israel
Media Israel juga melaporkan adanya perubahan taktik yang signifikan dari Hezbollah. Dalam beberapa hari terakhir, kelompok tersebut meningkatkan serangan menggunakan rudal dan drone, dengan sasaran utama kawasan yang menjadi tempat berkumpulnya para pemukim di sepanjang garis perbatasan.
Langkah yang memaksa pemukim meninggalkan kawasan tersebut disebut-sebut sebagai bagian dari strategi tekanan yang dilakukan Hezbollah. Taktik ini dikaitkan dengan respons atas serangan Israel di kawasan pinggiran selatan Beirut, Dahiyeh, yang selama ini dikenal sebagai basis utama kelompok tersebut.
Sejumlah laporan media Israel juga menyoroti kesulitan sistem pertahanan negara itu dalam menghadapi teknologi drone Hezbollah, terutama jenis drone yang terbang rendah serta drone bunuh diri. Jenis serangan ini dinilai mampu menghindari sistem pertahanan udara Israel, termasuk sistem Iron Dome yang selama ini menjadi andalan.
Penggunaan drone oleh Hezbollah, baik untuk misi pengintaian maupun serangan langsung, dilaporkan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan gelombang baru serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut disebut-sebut menyebabkan gugurnya Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, serta menewaskan lebih dari 1.200 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, selain sejumlah komandan militer.
Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan balasan dalam skala besar dengan rentetan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.







lagi ngapain tuh orang-orang? napak tilas eksodus massal kayak jaman nabi Musa ya?