Sedang asyik ngescroll sosial media siang ini, jempol saya mendadak berhenti saat melintasi unggahan terbaru dari media nasional. Di layar tablet, tampak video reels menyorot sosok bernuansa serba hitam lengkap dengan kopiah yang terpasang. Langkahnya tenang, wibawanya memancar, dan seketika suasana di rumah duka—bahkan di linimasa saya—langsung berubah.
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir untuk melayat sekaligus menyampaikan duka cita atas berpulangnya Guruh Soekarnoputra.
Dari layar tablet itu, atmosfer liputan bergeser secara radikal. Yang tadinya liputan duka cita penuh desak-desakan, mendadak berubah tenang. Video itu memperlihatkan para wartawan yang semula dorong-dorongan mikrofon tiba-tiba langsung tertib.
Kalau bicara soal gaya komunikasi para Presiden Indonesia, memang punya cita rasa yang sangat unik. Ada yang bikin senam jantung, ada yang bikin garuk-garuk kepala, dan ada yang bikin wartawan trauma. Coba bayangkan kalau presiden lain yang berdiri di depan kamera siang ini.
Prabowo mungkin bakal bikin tegang, mendadak menunjuk mikrofon lalu bicara berapi-api soal kedaulatan bangsa dan ketahanan nasional padahal cuma ditanya ucapan duka cita. Tak lupa ia akan berteriak dengan kalimat favoritnya, “Hai Antek Antek Asing.”
Lain kalau Jokowi. Seperti biasa dengan wajah tak berdosa akan melempar senyum khasnya sambil bilang, “Ya ndak tahu, kok tanya saya? Tanya pihak keluarga saja,” lalu ngacir masuk mobil.
Tapi SBY? Ah, beda kelas. Ia tidak akan terburu-buru. SBY berhenti di titik yang pas, mengambil napas terukur, membenahi kopiahnya, lalu menatap satu per satu mata wartawan dengan pandangan bapak-bapak penuh kasih sayang. “Baik… Rekan-rekan media yang saya cintai dan saya banggakan. Selamat sore.”
Satu kalimat itu cukup buat membuat wartawan luluh. Efeknya seperti bel tanda kuliah dimulai. Yang tadinya siap mengetik cepat refleks membuka laptop dari awal, ada yang sibuk cari bolpoin, bahkan ada yang merasa perlu mengangkat tangan untuk absen kehadiran.
Lalu mengalirlah “kelas belasungkawa” ala SBY. Ia menyusun poin-poin belasungkawanya secara sistematis, runut, dan tertata rapi bagaikan outline skripsi.
Dimulai dari poin utama bahwa bangsa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya sang anak Proklamator, lalu masuk ke apresiasi seni yang diuraikan secara puitis—mulai dari lagu-lagu mahakarya beraransemen khas, pementasan megah, hingga lukisan yang jadi bukti cinta tulus pada tanah air—tak lupa disisipkan pujian atas rekam jejak almarhum di parlemen yang selalu tenang, sabar, dan setia mendengar aspirasi rakyat.
Di akhir, SBY menyampaikan doa khusyuk agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, lalu menutupnya dengan gestur yang sangat santun, “Terima kasih atas perhatian rekan-rekan pers. Tetap jaga kesehatan.” Ia mengangguk, melambaikan tangan dengan tempo lambat, lalu berjalan ke mobil dengan amat anggun.
Aplikasi sosial media akhirnya saya tutup, tapi bayangan video tadi masih membekas.
Apapun pilihan politiknya, jujur saja, sulit untuk tidak terpukau.
Saya bukan pendukung SBY, tapi harus diakui ia adalah maestro dalam mengemas momen belasungkawa menjadi terdengar seperti amanat kenegaraan resmi.
Wartawan yang tadinya cuma mau cari soundbite sepuluh detik, pulang-pulang malah membawa catatan berisi.
(Irwan Ariefyanto)








ojo dibanding-bandingke…….
yg satu teknokratik
yg satu lagi tiputik
yg ntu anti kritik
ngoahahahaha 🕺🕺💃💃💃🏃♂️🏃♂️🏃♂️
tepatnya orang slebor om 🤣🤣🤣
Tokoh yang dua itu, selain SBY.. TAIK
ada lg yg satu kutu loncat semua ditikam
saat anaknya ditikam si dia juga dia bikin video pidato berkelas nyelekit buat penikam sampai sidia gabisa balas
Siapa yang menikam??? Anaknya yang mungkin cengeng…
cengeng macam drun kalah teriak2 curang teriak2 zalim, yaelahhhh kalah mah kalah aja
Alami Serangan Panas, ASN Kemenekraf Tewas Saat Jalani Komcad
https://www.gelora.co/2026/09/alami-serangan-panas-asn-kemenekraf.html
yg nikam anies
yg ditikam AHY
ini narasi yg otaknya ada didengkul 😂
pembatalan pencawapresan AHY bukan dilakukan oleh anies tapi oleh surya paloh. terwo takut di GAROT ma bang surya ya…… 🕺🕺🕺💃💃💃💃🏃♂️🏃♂️