SAUDI VS UEA (Proxy Israel)

KSA VS UEA (Versi KSA)

Oleh: Hartono Subirto

Dalam postingan ini saya akan tuliskan terlebih dahulu dalam sudut pandang KSA (Kerajan Saudi Arabia). Insya Allah nanti akan saya posting juga dalam sudut panda UEA. Dan terakhir Insya Allah akan saya posting dalam sudut pandang saya secara pribadi.

MBS semakin menyadari bahwa Uni Emirat Arab (UEA) berfungsi sebagai “proxy Arab” untuk strategi dan kepentingan regional “Israel” yang dirancang untuk melemahkan dan memecah belah negara dan masyarakat arab pada umumnya, dan Arab Saudi pada khususnya, guna mempertahankan dominasi militer dan politik jangka panjang Israel. Fragmentasi Arab Saudi sendiri telah lama dipandang dalam pemikiran strategis Israel sebagai target yang diinginkan.

Melalui pembiayaan dan dukungan politik yang berkelanjutan terhadap kudeta militer, jenderal otoriter, milisi kekerasan, rezim represif, dan aktor politik korup, UEA telah memainkan peran sentral dalam melemahkan mendestabilisasi negara-negara seperti Mesir, Libya, Yaman, Somalia, Sudan, Pakistan, Tunisia, dan Yordania.

UEA terus secara aktif memicu ketidakstabilan dan perselisihan internal di Suriah, Arab Saudi, Palestina termasuk Gaza, Mauritania, Bangladesh, Malaysia, sebagian Afrika Sub-Sahara, Qatar, Turki, dan Aljazair, dan negara-negara lainnya.

Secara paralel, UEA telah berinvestasi besar-besaran dalam kampanye internasional terkoordinasi yang selaras dengan kepentingan Israel untuk menormalisasi Islamofobia dan mendorong pengawasan, marginalisasi, dan penargetan komunitas Muslim di Amerika Serikat, Eropa, dan India.

Secara keseluruhan, tindakan-tindakan ini menempatkan UEA sebagai ancama serius bagi stabilitas di Arab Saudi dan negara teluk pada luasannya.

Gaya MBS

Hari itu, MBS tidak memiliki pilihan selain dengan berat hati memberikan toleransi atas pelanggaran, intimidasi, dan penyimpangan UEA. Dia sangat membutuhkan Bin Zayed untuk memperkenalkan dirinya dengan dunia barat khususnya Washington.

Namun, saat ini telah berbeda. Karena saat ini hubungan MBS dengan Trump juga Kushner (Israel) sudah tidak memerlukan lagi Bin Zayed, sementara Iran bukan lagi ancaman bagi Arab Saudi seperti sebelumya, dengan Qatar juga telah berdamai dan telah berkembang menjadi sekutu yang solid, begitu juga dengan Turki, Erdogan bersikeras lebih baik menjaga persahabatan dan kemitraan jangka panjang dengan MBS.

Akhiranya, Bin Zayed tidak lagi sepenting dulu lagi bagi MBS.. Langkah untuk menantang Abu Dhabi tetap penuh risiko, tetapi sudah tidak terlalu berbahaya lagi seperti dulu.

Ulasan Ngopi Pagi…

Komentar