Sang Ratu MBG dari Sulsel, Ayahnya Diperiksa Kejati Dugaan Korupsi Hibah KONI

Sorotan publik kini mengarah pada Yasika Aulia Ramadhani, putri sulung Wakil Ketua II DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Yasir Machmud. Di usianya yang baru 20 tahun, Yasika menjadi pembina yayasan yang mengelola 41 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah kabupaten dan kota di Sulsel. Perannya yang besar dalam program strategis pemerintah tersebut memicu perbincangan luas, terutama terkait pengaruh politik keluarga dalam pelaksanaan MBG.

Jaringan dapur MBG yang dikoordinasikan Yasika tersebar di berbagai wilayah. Ada 16 dapur di Makassar, tiga di Parepare, dua di Gowa, dan sepuluh di Bone. Skala pengelolaan yang cukup besar ini membuat publik semakin mempertanyakan bagaimana seorang anak muda bisa memegang kendali pada program dengan anggaran besar dan pengaruh signifikan.

Di tengah sorotan tersebut, perhatian publik semakin meningkat setelah muncul kabar bahwa ayahnya, Yasir Machmud, diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Yasir yang juga menjabat Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel harus memberikan klarifikasi terkait penggunaan dana hibah sebesar Rp17,5 miliar dari APBD 2024. Dana itu dialokasikan untuk kebutuhan kontingen Sulsel menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara 2024.

Yasir Machmud yang kini berusia 42 tahun mengakui bahwa ia telah dipanggil penyidik Pidana Khusus Kejati Sulsel untuk memberikan keterangan. Ia mengatakan telah menyerahkan dokumen lengkap terkait penggunaan anggaran tersebut. Menurutnya, seluruh dana difokuskan untuk kebutuhan PON, mulai dari tiket, pemusatan latihan, tes fisik, hingga uang saku atlet. Ia juga menyebut jajaran KONI sepakat tidak menerima tunjangan sejak Juli hingga Desember 2024 untuk memaksimalkan anggaran yang terbatas.

Kejati Sulsel melalui Kasi Penkum Soetarmi mengonfirmasi bahwa penyelidikan masih berjalan. Penyidik juga sedang meminta klarifikasi dari berbagai pengurus cabang olahraga untuk memastikan penggunaan anggaran hibah sesuai ketentuan.

Yasir Machmud dikenal sebagai pengusaha yang kemudian terjun ke dunia politik. Kini ia menjabat Wakil Ketua II DPRD Sulsel periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Gerindra, mewakili Daerah Pemilihan Bone. Laporan harta kekayaannya mencapai sekitar Rp92 miliar, menjadikannya salah satu politisi dengan profil ekonomi paling menonjol di Sulsel.


Sorotan publik kini mengarah pada Yasika Aulia Ramadhani, putri sulung Wakil Ketua II DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Yasir Machmud. Di usianya yang baru 20 tahun, Yasika menjadi pembina yayasan yang mengelola 41 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah kabupaten dan kota di Sulsel. Perannya yang besar dalam program strategis pemerintah tersebut memicu perbincangan luas, terutama terkait pengaruh politik keluarga dalam pelaksanaan MBG.

Jaringan dapur MBG yang dikoordinasikan Yasika tersebar di berbagai wilayah. Ada 16 dapur di Makassar, tiga di Parepare, dua di Gowa, dan sepuluh di Bone. Skala pengelolaan yang cukup besar ini membuat publik semakin mempertanyakan bagaimana seorang anak muda bisa memegang kendali pada program dengan anggaran besar dan pengaruh signifikan.

Di tengah sorotan tersebut, perhatian publik semakin meningkat setelah muncul kabar bahwa ayahnya, Yasir Machmud, diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Yasir yang juga menjabat Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel harus memberikan klarifikasi terkait penggunaan dana hibah sebesar Rp17,5 miliar dari APBD 2024. Dana itu dialokasikan untuk kebutuhan kontingen Sulsel menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara 2024.

Yasir Machmud yang kini berusia 42 tahun mengakui bahwa ia telah dipanggil penyidik Pidana Khusus Kejati Sulsel untuk memberikan keterangan. Ia mengatakan telah menyerahkan dokumen lengkap terkait penggunaan anggaran tersebut. Menurutnya, seluruh dana difokuskan untuk kebutuhan PON, mulai dari tiket, pemusatan latihan, tes fisik, hingga uang saku atlet. Ia juga menyebut jajaran KONI sepakat tidak menerima tunjangan sejak Juli hingga Desember 2024 untuk memaksimalkan anggaran yang terbatas.

Kejati Sulsel melalui Kasi Penkum Soetarmi mengonfirmasi bahwa penyelidikan masih berjalan. Penyidik juga sedang meminta klarifikasi dari berbagai pengurus cabang olahraga untuk memastikan penggunaan anggaran hibah sesuai ketentuan.

Yasir Machmud dikenal sebagai pengusaha yang kemudian terjun ke dunia politik. Kini ia menjabat Wakil Ketua II DPRD Sulsel periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Gerindra, mewakili Daerah Pemilihan Bone. Laporan harta kekayaannya mencapai sekitar Rp92 miliar, menjadikannya salah satu politisi dengan profil ekonomi paling menonjol di Sulsel.

Komentar