Seorang pejabat militer Iran menyampaikan bahwa rudal dan drone milik negaranya kini mendominasi wilayah udara Israel setelah sejumlah sistem pertahanan udara negara tersebut berhasil dilumpuhkan.
Pernyataan itu disampaikan Letnan Kolonel Ibrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, dalam sebuah pesan video yang dirilis pada Jumat (6/3).
Menurut Zolfaghari, kemampuan sistem pertahanan rudal Israel mengalami penurunan signifikan setelah Angkatan Bersenjata Iran menargetkan sejumlah radar yang menjadi bagian dari sistem perisai rudal negara tersebut.
Ia menegaskan, militer Iran tetap berada dalam kondisi siaga penuh dan siap melanjutkan operasi militer dengan serangan yang lebih besar terhadap Israel dan Amerika Serikat.
“Angkatan Bersenjata Iran telah menyiapkan rencana untuk melanjutkan operasi dan memberikan pukulan yang lebih berat terhadap musuh,” ujarnya.
Zolfaghari menambahkan, Iran juga menargetkan berbagai kepentingan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan. Meski demikian, ia menegaskan Teheran tetap berupaya menjaga stabilitas jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz serta mencegah konflik meluas ke negara-negara tetangga.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyebut Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menyerang pangkalan drone MQ-9 milik Amerika Serikat. Serangan tersebut, katanya, memicu kebakaran dan asap tebal di area pangkalan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal dan pesawat tanpa awak ke sejumlah target di wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara di kawasan Timur Tengah.
Zolfaghari juga memperingatkan bahwa setiap pangkalan militer yang digunakan Amerika Serikat atau Israel untuk melakukan operasi terhadap Iran akan menjadi sasaran serangan.
Ia menambahkan, militer Iran terus memantau pergerakan militer di sekitar perbatasan negaranya melalui sistem intelijen yang diklaim berada dalam kendali penuh.
Selain itu, Iran juga memperingatkan otoritas di wilayah Kurdistan Irak agar tidak memberikan dukungan atau fasilitas bagi pasukan yang dianggap bermusuhan dengan Teheran.
Meski situasi keamanan semakin memanas, Zolfaghari menegaskan Iran tetap menghormati kedaulatan negara-negara di kawasan dan tidak berniat memperluas konflik ke luar target militernya.







MANTAP Iran, lanjutkan
bumi hanguskan PARA PENGACAU DUNIA DAN SETANYAHOK BESERTA KAUM BABI
IRGC cerdas, belajar dari konflik Rusia – Ukraina & perang 12 hari lawan sirewel tahun kemarin, mereka luncurkan drone kamikaze berharga murah scr bergelombang utk menguras persediaan rudal pertahanan udara sirewel. ketika pertahanan udara mereka sudah keteteran, baru misilnya diluncurkan ke target