Rod Stewart mengatakan persahabatannya dengan Donald Trump yang telah terjalin selama puluhan tahun telah berakhir, dan ia menyebut Gaza sebagai alasannya

Penyanyi legendaris Sir Rod Stewart telah mengonfirmasi bahwa hubungan pertemanannya selama puluhan tahun dengan Donald Trump telah berakhir, dengan alasan kebijakan luar negeri Trump terkait perang di Gaza.

Dalam wawancaranya bersama Radio Times, musisi legendaris berusia 80 tahun tersebut menyatakan kekecewaannya terhadap keterlibatan Donald Trump dalam konflik tersebut. “Saya tidak bisa lagi (berteman),” ungkap Stewart saat ditanya mengenai status hubungan mereka. “Selama dia masih menjual senjata ke Israel—dan dia masih melakukannya. Bagaimana perang itu bisa berakhir?”

Latar Belakang Hubungan dan Keretakan

Sebelum memutuskan hubungan, Rod Stewart dan Donald Trump memiliki kedekatan personal yang cukup lama:

  • Mantan Tetangga dekat: Keduanya tinggal hanya berjarak sekitar setengah mil di kawasan pantai Palm Beach, Florida.
  • Kehidupan Sosial: Stewart kerap menghadiri pesta Natal di kediaman Trump dan awalnya menyukai kepribadian Trump yang ia gambarkan sebagai “man’s man”.
  • Perubahan Sikap: Menurut pengakuan Stewart, Trump menjadi sosok yang sama sekali berbeda dan tidak lagi ia kenali sejak memasuki dunia politik dan menjabat sebagai Presiden AS.

Kritik Keras Terhadap Situasi di Gaza

Selain menyoroti pasokan senjata dari pemerintah AS di bawah Trump, Rod Stewart juga melayangkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia mengecam keras operasi militer di Gaza dan menyamakannya dengan pemusnahan massal. Tidak hanya AS, Stewart juga mendesak negara asalnya, Inggris, untuk segera menghentikan ekspor senjata ke Israel.

Pernyataan lengkap mengenai akhir pertemanan mereka pertama kali dimuat secara luas oleh media internasional seperti Rolling Stone dan Billboard.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar