Ringgit Malaysia menjadi Mata Uang terkuat nomor 1 di Asia, kalahkan Jepang dan China

Ringgit Malaysia Pecahkan Rekor sebagai Mata Uang terkuat Di Asia 🔥

Economy global baru saja merilis kondisi Keuangan Di Asia, Malaysia menjadi Mata uang terkuat nomor 1 di Asia bahkan mengalahkan Jepang dan China.

Ini merupakan berita bahagia bagi para migran Indonesia yang bekerja di Malaysia

Sebagai perbandingan, pada saat Ringgit menunjukkan kekuatannya di awal 2026, Rupiah Indonesia justru mengalami tekanan dan berada di posisi tiga terbawah di Asia dengan depresiasi sekitar 1,07%.

Ringgit Malaysia (MYR) mencatatkan diri sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di Asia sejak tahun 2025 hingga awal tahun 2026. Data terbaru menunjukkan bahwa Ringgit mengungguli mata uang regional lainnya, termasuk Yen Jepang dan Yuan China, dalam hal persentase penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berikut adalah poin-poin utama mengenai kondisi keuangan Malaysia di Asia saat ini:

Performa Mata Uang Malaysia 2025–2026

  • Kinerja Terbaik di Asia: Sepanjang tahun 2025, Ringgit dinobatkan sebagai mata uang dengan performa terbaik di Asia dengan penguatan hampir 9% hingga 10,3% terhadap dolar AS.
  • Melampaui Jepang dan China: Pada awal tahun 2026, Ringgit terus menunjukkan dominasinya. Per 20 Januari 2026, Ringgit menguat 0,27%, sementara Yuan China menguat 0,23% pada periode yang sama.
  • Penguatan Harian Signifikan: Pada perdagangan 10 Februari 2026, Ringgit mencatat penguatan terbesar di Asia dengan kenaikan sekitar 0,23% ke level 3,923 per dolar AS, menjadikannya mata uang berkinerja terbaik di hari tersebut.
  • Terhadap Yen Jepang: Nilai tukar Ringgit terhadap Yen Jepang telah meningkat sekitar 12,03% sejak awal tahun 2025 hingga Februari 2026.

Faktor Pendorong Kekuatan Ringgit

Beberapa faktor fundamental dan kebijakan ekonomi menjadi penopang utama posisi Ringgit saat ini:

  • Investasi Asing (FDI): Terjadi lonjakan arus masuk bersih investasi asing, terutama ke sektor pusat data (data center) dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Ekspor jasa pusat data melonjak menjadi RM10,7 miliar pada kuartal ketiga 2025.
  • Fundamental Ekonomi Kuat: Kejelasan kebijakan seperti rasionalisasi subsidi dan e-invoicing telah meningkatkan kepercayaan investor global.
  • Cadangan Devisa: Cadangan devisa Bank Negara Malaysia (BNM) meningkat signifikan, dari US$115,5 miliar pada Januari menjadi US$120 miliar pada pertengahan 2025.
  • Suku Bunga Stabil: Analis memprediksi BNM akan mempertahankan suku bunga, sementara ekspektasi penurunan suku bunga AS memberikan dorongan tambahan bagi Ringgit.

Proyeksi Mendatang

Para analis memprediksi tren positif ini akan berlanjut sepanjang tahun 2026. Ringgit diperkirakan akan bergerak menuju rata-rata RM4,00 per dolar AS pada tahun 2026, dengan beberapa proyeksi optimis mencapai level 3,80 hingga 3,95 per dolar AS pada akhir tahun.

Komentar