RG nyebur ke kolam

Integritas adalah ketika seseorang, dengan nurani dan pikiran yang menjadi dasar moral dan etikanya, bekerja dalam diam. Konsisten dalam kesunyian. Tak membutuhkan panggung tempat audiens sorak-sorak tepuk tangan.

Begitulah integritas bekerja. Dari sana orang mengukurnya. Karena Integritas sering dianggap sebagai kekuatan sunyi tersembunyi di balik seseorang.

Integritas tidak menepuk dada sendiri. Mengklaim diri sebagai “yang paling TNI.” Merasa paling pintar dan mendungukan orang lain. Integritas jauh dari sikap kekanakan, dan tidak bekerja dengan cara seperti itu.

RG mungkin dianggap intelek. Mungkin banyak baca buku, kadang menulis, mengajar dan berdebat. Apakah ia punya integritas? Silah periksa dengan kriteria di atas.

Kata Mat Dogol, negara ini sudah tidak bisa dianalisis. Seperti kolam yang sudah sangat tercemar dengan tingkat pencemaran tak terurai. RG nyebur ke kolam itu untuk menyempurnakan ketercemarannya.

Wassalam. Selesai bab RG.

(Saleh Abdullah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 komentar

  1. RG ga peduli dibully 1 indonesia krn dianggap masuk kolam
    sama ketika dulu dia dibully ketika kontra jokowi dimasa2 awal pemerintahan

    apa jangan2 kritikus wowo saat ini adalah orang2 yg sama dulu membully kontra jokowi
    dan orang2 fomo hanya mengikuti trend medsos, orang2 akal dangkal.
    IQ78 is prooven

    1. ga perlu “gebyug sekolam”, hanya karena rg “nyemplung” ke kolam, lalu kau tuduh yg lain jg sama….

      kita nilai saja apa yg org perbuat saat ini….

  2. Dalam persembunyian nya si plester ketawa liat ini…. jadi pelajaran jangan abaikan atau anggap remeh makian spontan seorang bajingan / penjahat yang mungkin dia lebih kenal siapa sebenarnya orang yang dimakinya itu.
    Adagium nya : “Takes one to know one” (Dibutuhkan seorang penjahat/orang serupa untuk mengenali penjahat lainnya).

  3. ga perlu baper juga ketika pemerintah dikritisi, sebab :
    1. kebijakan pemerintah lebih dominan politis. contoh : bandingkan penerima manfaat dengan pemilik sppg termasuk kesiapan tata kelola
    2. aroma militeristik sangat kental dan ga proporsional. contoh : retreat menteri, manajer kdmp dan ASN
    3. penggunaan APBN ugal²an dan berdampak negatif. contoh : keracunan mbg, kabinet gemoy
    4. tidak melakukan tindakan preventif. karhutla berakibat banyak korban dan pemborosan anggaran. sebelumnya BMKG sudah memberikan warning.
    5. komunikasi yang nir empati, bahkan cenderung memusuhi rakyatnya

    kritik terhadap pemerintah memang masif sebab fungsi DPR sebagai legislator mandul.