Reza Pahlavi, putra mahkota Iran yang berada di pengasingan, secara resmi menyatakan pada 15 Januari 2026 bahwa ia akan mengakui Israel dan mengakhiri program nuklir militer Iran jika rezim saat ini jatuh dan ia memimpin negara tersebut.
Reza Pahlavi adalah putra tertua dari Shah (Raja) terakhir Iran Mohammad Reza Pahlavi (1919–1980) yang memerintah dari 16 September 1941 hingga ia digulingkan dalam Revolusi Iran pada 11 Februari 1979.
Reza Pahlavi tinggal di Amerika Serikat di pinggiran kota Washington, DC. Ia tinggal bersama istrinya, Yasmine Pahlavi, dan ketiga putri mereka. Ia tidak pernah kembali ke Iran sejak meninggalkan negara tersebut pada tahun 1978 menjelang revolusi.
Berikut adalah poin-poin utama dari rencana kebijakan yang ia sampaikan:
- Pengakuan Israel: Pahlavi berjanji akan memberikan pengakuan diplomatik segera terhadap negara Israel dan berupaya memperluas Abraham Accords menjadi apa yang ia sebut sebagai “Cyrus Accords”.
- Penghentian Program Nuklir: Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, program nuklir militer Iran akan dihentikan sepenuhnya untuk menjadikan Iran sebagai kekuatan penyeimbang dan mitra keamanan global.
- Normalisasi Hubungan dengan AS: Pahlavi menyatakan niatnya untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan bekerja sama dengan mitra global untuk memberantas terorisme dan Islamisme ekstrem.
- Konteks Politik: Pernyataan ini disampaikan melalui pesan video berbahasa Inggris di tengah gelombang unjuk rasa besar-besaran di Iran yang telah berlangsung sejak awal Januari 2026. Para analis menilai pernyataan ini juga ditujukan untuk menarik dukungan dari Presiden AS, Donald Trump.
BERIKUT VIDEONYA yang dilansir Al Jazeera di Youtube:







Komentar