Resmi: Rusia Perang vs Nato

Rusia Nyatakan NATO Secara Resmi Terlibat Perang di Ukraina

Moskow – Kremlin menyatakan bahwa Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) kini dianggap secara de facto terlibat langsung dalam perang Rusia–Ukraina. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, yang menegaskan bahwa aliansi Barat tersebut telah berperang melawan Rusia melalui dukungan militer, finansial, dan intelijen yang terus mengalir ke Kyiv.

“Dapat dikatakan dengan kepastian mutlak bahwa NATO berperang melawan Rusia,” ujar Peskov, menekankan bahwa Moskow memandang keterlibatan aliansi itu tidak lagi sebatas dukungan, melainkan partisipasi aktif dalam konflik.

Pernyataan keras Kremlin ini mempertegas ketegangan yang sudah berlangsung sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Salah satu pemicu perang adalah keinginan Ukraina bergabung dengan NATO, yang ditolak Rusia karena dianggap mengancam keamanan nasionalnya.

Meski NATO secara resmi menolak terjun langsung ke medan tempur untuk mencegah pecahnya perang terbuka dengan Rusia, termasuk risiko eskalasi nuklir, aliansi tersebut tetap menjadi penopang utama Ukraina. Bentuk dukungan diberikan melalui bantuan finansial, kemanusiaan, persenjataan modern, hingga pelatihan militer. NATO berulang kali menegaskan bahwa bantuan itu bertujuan membantu Ukraina mempertahankan diri, bukan ikut menyerang Rusia.

Namun, Kremlin menilai berbeda. Moskow menafsirkan dukungan berkelanjutan itu sebagai bukti nyata bahwa negara-negara anggota NATO terlibat aktif melawan Rusia. Dengan demikian, Moskow menyatakan dirinya berperang tidak hanya melawan Ukraina, melainkan melawan 32 negara anggota NATO sekaligus, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Kanada, Turki, dan lainnya.

Situasi ini semakin memperuncing ketegangan global. Dengan pernyataan resmi Rusia tersebut, dinamika perang di Ukraina berpotensi memasuki babak baru yang lebih berbahaya, terutama menyangkut hubungan antara Moskow dan negara-negara Barat.

Komentar