RATIB HADDAD DAN ULAMA RIFA’IYYAH – Sanggahan untuk Sekte Imadiyah

RATIB HADDAD DAN ULAMA RIFA’IYYAH

✍️Nu’man Afandi al-Bandari

Kemunculan sekte imadiah yang para pengikutnya mengklaim diri paling ilmiah, paling tahu nasab, paling tahu sejarah, paling saintifik dan sesumbar lainnya kadang ingin membuat kita tertawa…

Di group group WA dan berbagai platform media sosial, mereka yang kebanyakan cuma kaum awam rajin ngeshare konten konten receh yang targetnya hanya ingin menghinakan para Habaib Baalawi. Sesoleh apapun sosok Habibnya mereka tidak peduli. Gejala ektremisme yang mengidap mereka kian hari kian menjadi jadi.

Ada konten di medsos bikinan kelompok ini yang mengklaim bahwa Ratib Haddad hasil plagiasi dari Ratib Rifai. Rujukan dan argumentasi andalan mereka adalah kitab السير والمساعي yang baru ditulis oleh ulama Rifaiyyah era modern plus riwayat hidup Sayyid Ahmad Al-Rifa’i yang kebetulan jauh lebih tua dengan selisih 4 abad lebih. Sayangnya, meskipun jauh lebih tua tidak ada satupun catatan yang sezaman dengan Sayyid Ahmad al-Rifa’i atau sebelum kelahiran Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad yang mendukung klaim mereka.

Tulisan ini hanya ingin melengkapi dan menguatkan tulisan Lora Muhammad Ismail al-Kholilie yang sebelumnya membuat sayembara berhadiah ratusan juta soal pembuktian bahwa Ratib Haddad adalah jiplakan dari Ratib Rifa’i. Bukan karya orisinil Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad.

Sampai detik ini para pendukung sekte Imadiah belum ada satupun yang sanggup membuktikan klaim sesatnya itu. Termasuk sang “mujtahid” dan “mujaddid” kebanggaan mereka Kyai Imaduddin.

Ada fakta menyakitkan bagi para ektremis pengikut sekte Imadiah bahwa di kalangan para pengikut Thariqah Rifaiyyah sendiri, Ratib Haddad lebih populer daripada Ratib yang mereka klaim sebagai Ratib Rifai. Hubungan baik dan harmonis antara para pengikut Thariqah Rifaiyyah dengan Habaib Baalwi juga sudah lama terjalin. Mereka para pengikut sekte Imadiah saja yang suka panas hati dan penuh dengki agar para pengikut Thariqah Rifaiyyah ikut barisan mereka agar turut serta menghantam para Habaib Baalwi .

Bukti Pengakuan dari kalangan pengikut Thariqah Rifaiyyah bahwa Ratib Haddad adalah karya Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad bisa kita lihat dalam kitab Imdad al-Fuad bimanaqibi Quthb al-Irsyad. Kitab ini bisa didapat dengan mudah di toko online. Untuk yang format pdf Kitab ini bisa didownload di situs archive.org

Kitab ini ditulis oleh Syaikh Muhammad Abdul Majid bin Muhammad al-Baqawi al-Kamil As-Tsaqafi. Beliau berasal dari Malibar, negara bagian Kerala, India. Bermadzhab fiqh Syafi’i berakidah aliran Asy’ari dan mengikuti 4 thariqah. Qadiriyah, Syadziliyah, Naqsabandiyah dan Rifa’iyah.

Menurut Syaikh Muhammad Abdul Majid, Ratib Haddad pertama kali dibawa ke Malibar oleh Sayyid Alwi al-Mambarmi yang pindah ke Malibar sehingga viral dikalangan kaum muslimin di sana. Banyak ulama, fuqoha dan kaum Sufi di Malibar India yang mengambil ijazah Ratib Haddad dari Sayyid Alwi.

Di kitab itu disebutkan seorang Ulama besar thariqah Rifaiyah Syaikh Abdul Bari al-Baqawi al-Malibari , ketua organisasi Ulama Aswaja melanggengkan Ratib Hadad setiap hari bakda isya tanpa pernah putus. Kaum muslimin di Malibar tanpa diundang banyak yang datang ke majelisnya untuk mengikuti acara membaca Ratib Hadad.

Syaikh Muhammad al-Musilyar ulama Thariqah Rifaiyah lainnya juga mendapat ijazah Ratib Hadad dari Syaikh Abdul Bari al-Baqawi. Ada banyak ulama ulama besar lainnya di Malibar yang mendapat ijazah dan mengijazahkan kembali Ratib Haddad kepada ulama lainnya. Tokoh ulama Thariqah Rifaiyyah sekaligus Mufti Diyar Hindiyah Syaikh Abu Bakar Ahmad al-Malibari al-Hindi juga disebut memiliki ijazah Ratib Haddad. Bahkan sang mufti ini menjadikan Ratib Haddad sebagai kebiasaannya meruqyah.

Di Kitab Imdadul Fuad ini juga diterangkan semua hal terkait Ratib Haddad, latar belakang disusunnya Ratib Haddad lengkap dengan tanggalnya, fadhilah, keramat, keampuhan serta makna maknanya. Ada juga keterangan ditemukannya manuskrip Ratib yang dinisbatkan kepada Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad bukan kepada Sayyid Ahmad al-Rifa’i seperti yang diklaim para pengikut sekte Imadiyah.

Dari sini semakin jelas, bahwa tuduhan dan syubhat sekte Imadiyah bahwa Ratib Haddad hasil plagiasi dari Ratib Rifai hanyalah kedengkian terselubung dengan target ingin menghilangkan kemuliaan Habaib Baalwi dengan tanpa dasar yang kuat.

(Nu’man Afandi al-Bandari)

Komentar