PTOSIS

Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon.

(dr. Tompi)

Istilah PTOSIS disampaikan dr. Tompi saat Kritik Materi Mens Rea Pandji Pragiwaksono soal Mata Gibran.

Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Tompi, memberikan kritik terhadap salah satu materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan spesial Mens Rea yang tayang di Netflix dan bikin heboh.

Kritik tersebut disampaikan Tompi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dr_tompi, menanggapi salah satu guyonan Pandji yang membahas kondisi fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam pertunjukan Mens Rea yang belum lama dirilis di Netflix, Pandji sempat membahas alasan pemilih dalam menentukan pemimpin berdasarkan fisik.

Pandji kemudian melontarkan bit mengenai mata Gibran yang terlihat sayu.

“Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar ganteng ya. Anies manis ya. Prabowo gemoy ya. Atau Wakil Presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada salah nada, maaf, Gibran ngantuk ya? Nah gitu nadanya. Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk ya dia,” ucap Pandji dalam materi komedinya tersebut.

Menanggapi hal itu, Tompi menilai bahwa menertawakan kondisi fisik seseorang bukanlah bentuk kritik yang cerdas. Ia pun memberikan penjelasan medis terkait kondisi mata yang disebut “mengantuk” tersebut.

“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON,” tulis Tompi.

Komentar