Presiden Minta Pengkritik MBG Dikumpulkan, Ketua BEM UGM Paling Keras

Presiden Minta Pengkritik MBG Dikumpulkan, Ketua BEM UGM Paling Keras

Oleh: Erizal

Akhirnya, terganggu juga Presiden Prabowo terhadap komentar-komentar orang terhadap program MBG, sampai meminta KSP M. Qodari, mengumpulkan video komentar-komentar itu secara terbuka, untuk ditontonnya setiap malam.

Yang paling mengganggu Presiden Prabowo adalah program MBG dianggap cara dirinya menghina bangsa Indonesia. “Menghina dari mana? Memberi makan anak Indonesia kok menghina? Sejak letnan dua saya siap mati untuk Indonesia,” tegas Presiden.

Terbaru apa lagi kalau bukan surat terbuka yang disampaikan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, kepada UNICEF di Amerika Serikat sana. Surat itu dikirm 6 Februari, sepekan setelah siswa SD di NTT bunuh diri, karena tak bisa membeli buku dan pena.

Tiyo Ardianto mengklaim sepihak tragedi itu meruntuhkan seluruh pencapaian statistik pemerintah Indonesia yang dipamerkan Presiden Prabowo. Baginya tragedi itulah yang riil, prestasi lainnya hanya imajinasi seorang Prabowo saja.

Ketua BEM UGM ini menuduh program MBG sudah merampas anggaran pendidikan dan berpotensi dikorupsi. “Sebuah program yang tidak menyentuh akar persoalan ketimbangan pendidikan dan kemiskinan struktural, “katanya.

Memang, tak hanya program MBG yang disorotnya, tapi keanggotaan Indonesia di Board of Peace, juga disorot oleh mahasiswa Fakultas Filsafat angkatan 2021 ini. Menyumbang hampir 17 triliun, tapi anak SD bunuh diri karena uang 10 ribu, bandingannya.

Ketua BEM yang seharusnya sudah diwisuda ini sampai mengatakan Prabowo bodoh sebagai seorang Presiden. Ia meminta bantuan UNICEF (help us to tell) untuk disampaikan kepada Prabowo, yang hakikatnya sudah tersampaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *