PKS Tidak Tergantung Anies

PKS Tidak Tergantung Anies

✍🏻Nur Fitriyah As’ad

Jika PKS disebut sangat bergantung pada figur Anies Baswedan, maka secara logis partai ini seharusnya sudah tumbang sebelum Anies dikenal sebagai tokoh nasional.

PKS telah melewati berbagai fase politik: naik turun perolehan suara, pergantian kepemimpinan, serta tekanan dari luar dan dalam, tanpa bertumpu pada satu figur tertentu.

Kenyataan bahwa PKS tetap bertahan, bahkan mengalami peningkatan suara pada periode ketika Anies belum menjadi magnet elektoral, menunjukkan bahwa kekuatan PKS terletak pada sistem partai, proses kaderisasi, dan basis pemilih yang relatif stabil.

Menyebut keberlangsungan PKS sebagai semata-mata akibat figur Anies Baswedan itu mengabaikan sejarah politik PKS itu sendiri.

Kalau PKS sekarang tampak melemah, itu lebih masuk akal dibaca sebagai persoalan regenerasi, bukan persoalan figur eksternal.

Kader-kader militannya yang dulu menjadi tulang punggung gerakan telah memasuki usia senior, sementara proses melahirkan kader baru dengan tingkat militansi dan daya juang yang sama tidak semudah sebelumnya.

Perubahan konteks sosial, gaya hidup generasi muda, serta dinamika politik yang semakin cair membuat model kaderisasi lama tidak lagi bekerja seefektif dulu.

Kalau saya melihat, tantangan PKS hari ini bukan pada hadir atau tidaknya Anies Baswedan, melainkan pada peningkatan pengkaderan serta bagaimana PKS mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan karakter ideologisnya.

(fb penulis)

Komentar