Piala Dunia Terancam Diboikot Sang Langganan Juara, Jika AS Caplok Greenland

Pemerintah Jerman mulai membuka kemungkinan untuk memboikot gelaran Piala Dunia 2026, apabila Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump benar-benar mencaplok Greenland.

Langkah tersebut disampaikan negara yang empat kali juara Piala Dunia ini sebagai bentuk tekanan terhadap rencana aneksasi yang dinilai kontroversial.

Juru bicara kebijakan luar negeri dari fraksi CDU/CSU di parlemen Jerman, Juergen Hardt, menegaskan bahwa boikot akan menjadi opsi terakhir jika Trump tetap bersikeras soal Greenland.

“Menolak keikutsertaan dalam turnamen akan dipertimbangkan sebagai langkah terakhir untuk membuat Presiden Trump berpikir jernih mengenai isu Greenland,” ujar Hardt, dikutip dari TASS.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli, dengan 16 kota tuan rumah yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Trump Ingin Caplok Greenland

Memasuki awal tahun 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara agresif menghidupkan kembali ambisinya untuk mengakuisisi Greenland dari Denmark. Berikut adalah perkembangan terkini per Januari 2026:

1. Ancaman Tarif Global

    Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 10% mulai 1 Februari 2026, yang akan melonjak menjadi 25% pada 1 Juni 2026, terhadap negara-negara yang menentang akuisisi Greenland. Negara-negara yang menjadi sasaran utama mencakup sekutu dekat seperti Denmark, Jerman, Prancis, Inggris, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Finlandia.

    2. Alasan Keamanan Nasional dan Ekonomi

      Trump menegaskan bahwa penguasaan Greenland sangat vital bagi keamanan nasional AS untuk mencegah pengaruh Rusia dan Tiongkok di kawasan Arktik. Selain itu, ia mengincar cadangan mineral langka yang melimpah di pulau tersebut untuk kepentingan industri teknologi AS.

      3. Tensi dengan NATO dan Uni Eropa

        Rencana ini memicu krisis diplomatik besar:

        • Uni Eropa: Menggelar rapat darurat dan menyiapkan “bazooka perdagangan” berupa tarif balasan senilai miliaran dolar terhadap produk AS.
        • NATO: Negara-negara NATO telah meningkatkan kehadiran militer di Greenland untuk menegaskan kedaulatan wilayah tersebut di bawah kendali Denmark.
        • Reaksi Denmark: Pemerintah Denmark dan Greenland secara tegas menolak rencana tersebut, menyatakan bahwa “Greenland tidak untuk dijual”.

        4. Pernyataan Kontroversial Trump

          Dalam sebuah komunikasi yang terungkap pada Januari 2026, Trump menghubungkan ambisinya ini dengan rasa kecewanya karena tidak memenangkan Nobel Perdamaian. Ia menyatakan tidak lagi merasa berkewajiban untuk bertindak murni demi perdamaian dan menegaskan AS akan mengambil alih Greenland “dengan satu atau lain cara”. Saat ditanya mengenai kemungkinan penggunaan kekuatan militer, Trump menjawab dengan “no comment”.

          Hingga saat ini, situasi tetap tegang dengan delegasi Kongres AS dari kedua partai yang berupaya melakukan diplomasi di Kopenhagen untuk meredakan gejolak tersebut.

          Komentar