
IJAZAH JOKOWI: ANTARA KEBENARAN DAN KEKEJAMAN POLITIK
Oleh: Peter F. Gontha
Seandainya ijazah Presiden Joko Widodo itu memang palsu, saya masih bisa memahami jika beliau memilih untuk tidak menunjukkannya. Dalam situasi seperti itu, manusia bisa bersikap defensif. Kita bahkan bisa memilih untuk memaafkan.
Namun justru yang jauh lebih sulit dipahami—bahkan terasa kejam—adalah kemungkinan sebaliknya.
Jika ijazah itu sebenarnya asli, sah, dan tidak bermasalah, lalu mengapa polemik ini dibiarkan berlarut-larut selama lebih dari dua setengah tahun?
Mengapa rakyat dibiarkan terpecah, dipaksa berpikir dalam kebingungan, saling berhadapan, bahkan saling mencurigai satu sama lain?
Di tengah situasi ekonomi yang penuh tekanan dan kesenjangan yang nyata, energi bangsa seharusnya difokuskan pada hal-hal produktif—membangun, bekerja, dan mencari solusi. Bukan habis untuk mengurusi sebuah polemik yang sebenarnya bisa diselesaikan secara sederhana.
Di situlah letak kekejamannya.
Bukan pada benar atau salahnya ijazah itu semata, tetapi pada dampak sosial yang ditimbulkan—perpecahan, kelelahan publik, dan pembelokan perhatian dari persoalan yang jauh lebih mendesak.
Jika ijazah itu palsu, saya bisa mengerti reaksi manusiawi untuk bertahan.
Namun jika ijazah itu benar—dan polemik ini tetap dibiarkan—maka yang kita hadapi bukan sekadar persoalan fakta, melainkan sebuah pilihan politik yang mengorbankan ketenangan dan persatuan rakyat.
Dan itu jauh lebih sulit untuk dimaafkan.
Harusnya seorang negarawan yg sdh 20 tahun berkuasa tau diri!!!
*NB: Jokowi 20 tahun berkuasa dari 2005 (walikota Solo) hingga 2024 (akhir masa jabatan Presiden periode kedua)







Namanya juga Jokodok Antek PKI diikuti dan diaminkan pula oleh Jaringan ANak CUcu Keturunan PKI yg disebut JANCUK PKI‼️
Lihat aja tuh komennya si af alias aNTEK fUFUFAFA alias aNAK fUCK yg selalu komen dengan otak tololnya yg tanpa akal itu.
hai bung !!ini karna Parcok
jika polri tdk dijadikan Parcok sm jokibul soal mudah ini kelar bung…
Sy ambil terjeleknya, ijazahnya palsu, jokowi dipidana krn telah memalsukan ijazah utk pencalonannya sbg walkot, gubernur dan presiden. Katakanlah divonis 10 tahun (sy nggak tahu pantasnya brp krn bukan ahli hukum), jokowi dipenjara paling lana 5 tahun krn berkelakuan baik, nyogok sipir, mantan pejabat dll, atau bisa sj tdk dipenjara sama sekali krn jongosnya si wowo ngasih grasi. Memang sih reputasinya ancur-lebur, tp persoalan selesai, bangsa ini mudah memaafkan kok. Jokowi msh bisa menikmati sisa hidupnya dg tenang atau memulihkan korengannya. Akhirat bisa selamat krn sudah tobat. Itu sih jln yg sy pilih.
894 petugas KPPS pd pemilu 2019 dan 6 laskar FPI yang dibantai , bagaimana dia bisa selamat di akhirat ??? Yakin masalahnya cuma ijasah palsu ???
Jokibul lebih memilih jalur Neraka drpd Jalur Syurga. Semoga kita diberi waktu unk menyaksikan SiksaanNya.
Orang ini tidak pantas jadi pemimpin dalam level apapun termasuk jadi ketua RT sekalipun karena orang nya tidak peduli dan suka sekali lempar tanggung jawab. Malu saja tidak punya apalagi tahu diri. Partainya dikhianati apalagi cuma rakyat.