Perokok ga menyadari kalo badan dan nafasnya bau, padahal orang non perokok di dekatnya merasakan bau, ini penyebabnya…

✍🏻Fahmi Hasan Nugroho

Perokok ga menyadari kalo badan dan nafasnya bau, padahal orang non perokok di dekatnya merasakan bau.

Ketika masuk ke sebuah kamar hotel, non perokok akan tahu pernah ada yang merokok di kamar ini, meski si perokok merasa dia sudah aman.

Ketika naik mobil, non perokok akan langsung tahu kalo supirnya merokok, dan itu sangat mengganggu.

Momen paling menyebalkan adalah ketika masuk wc umum bekas perokok, bau wc dicampur dengan bau rokok. Non perokok hanya bisa berdzikir, “bajingan, bajingan, bajingan…”

Jangankan begitu, setiap selesai (mengorbankan kesehatan demi) kumpul rapat bersama (pengurus NU yang) perokok di ruangan yang sama selama sekian jam, lalu naik motor setengah jam ke rumah, baju, celana dan jaket masih tetap bau rokok padahal sudah diangin-anginkan di jalan selama setengah jam. Jadi harus mandi setiap selesai kumpulan.

Mengapa?

Fenomena di mana perokok tidak menyadari bau badan dan napasnya sendiri dikenal secara medis sebagai adaptasi penciuman (olfactory adaptation) atau kelelahan hidung (noseblindness).

Berikut adalah alasan mengapa hal tersebut terjadi:

Adaptasi Sensori (Noseblindness): Otak manusia secara alami akan mengabaikan bau yang terus-menerus ada di sekitarnya agar bisa mendeteksi bau-bau baru yang mungkin menjadi sinyal bahaya. Karena perokok terus terpapar bau asap, saraf penciuman mereka menjadi terbiasa dan berhenti mengirimkan sinyal “bau” ke otak.

Kerusakan Saraf Penciuman (Hyposmia): Bahan kimia dalam rokok seperti nikotin dan tar dapat merusak epitel penciuman dan neuron sensorik di hidung. Hal ini menyebabkan penurunan kemampuan untuk mendeteksi, mengidentifikasi, atau membedakan berbagai jenis aroma (hyposmia).

Risiko Anosmia: Pada kasus yang lebih parah, kebiasaan merokok jangka panjang dapat meningkatkan risiko anosmia, yaitu hilangnya kemampuan penciuman secara total.

Sebaliknya, non-perokok memiliki indra penciuman yang masih sensitif dan berfungsi normal, sehingga mereka dapat mendeteksi aroma rokok yang menempel pada pakaian, kulit, dan napas perokok dengan sangat jelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

    1. klo yg ga merokok trus punya bau badan trus ga mau tau gmn..!?
      😅😁
      ohiya.. waktu angin2 d jln ga kcium kh bau asap knalpot (motor, mobil, bus, truk dll)..

      klo ga.. mungkin kerna sdh biasa.. kerna smenjak dilahirkan asap knalpot dah ad d skitar hidung qt..
      😅😁
      padahal baunya jg ga ad sedap2nya.. unsur kimia yg trkandung jg brbahaya & bracun..
      prlukh mandi tiap slese jln..!?
      ato gmn dgn kata “bajingan”..!?

      1. orang NU gak mesti semuanya yang pria 👨 merokok 🚬, di tempat ane ada dosen muhammadiyah dan anak lelaki nya jadi perokok semua