✍🏻T Gusmand
Pernyataan Purbaya bahwa dia kecolongan ini mengandung implikasi yang sangat serius.
Bagaimana mungkin negara bisa kecolongan..? Dan tidak tepat kalau ini disebut kecolongan. Lebih tepat disebut pemaksaan kekuasaan. Apalagi pengadaan ini sudah pernah ditolak. Bukankah semua pengeluaran negara satu pintu dan harus mendapatkan persetujuan dari Menkeu sebagai pemegang otoritas keuangan negara? Pasti yang memerintahkan impor ini tetap jalan bukan orang sembarangan. Orang itu sangat berkuasa sehingga bisa membypass wewenang Menkeu.
Sekali lagi, tidak cukup hanya dengan pernyataan Purbaya bahwa dia kecolongan. Dan ini sudah kedua kalinya setelah impor pick-up dari India untuk Kopdes Merah Putih, yang sampai sekarang tidak jelas penyelesaianya. Dirapat yang diadakan di DPR Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara – pelaksana impor pick-up Joao Angelo De Sousa Mota, tak hadir dengan alasan sakit.
Balik lagi ke kasus impor motor listrik untuk SPPG/BGN ini seharusnya diusut juga siapa yang memerintahkan impor motor ini tetap dijalankan. Selain itu dari pengusutan impor ini paling penting harus juga didapatkan motif dan modusnya..? Apa pengadaan ini memperkaya pihak ketiga, indikasi korupsi..? Kenapa pengadaanya terkesan sembunyi-sembunyi dan sudah bisa dipastikan tanpa tender.
Sebagai ilustrasi, penggunaan uang/kas di warung kecil di pinggir jalan saja tidak bisa seenak udel. Pembukuannya harus jelas, berapa penjualan/pendapatan. Berapa modal dan pengeluaran untuk operasional dll.
Sangat miris uang pajak rakyat yang didapatkan dengan memeras keringat tidak bisa dijaga oleh pemerintah sebagai pemegang amanat. Pemerintah sudah abai, cacat moral dan tidak layak lagi mendapatkan kepercayaan rakyat dalam mengelola keuangan negara.
So, Kalau ada pejabat negara yang berkoar-koar akan memberantas korupsi, apalagi sampai ke Antartika segala, dipastikan itu hanya omon-omon. Bereskan dulu pengelolaan keuangan negara baru bicara pemberantasan korupsi!!!
Wong duit negara yang legal dan sah saja dan tidak terkontrol penggunaanya apalagi mau memberantas korupsi yang jelas-jelas penggunaanya sembunyi-sembunyi..?
***
NB: Pengadaan motor MBG yang lagi heboh ini adalah realisasi anggaran tahun 2025. Bagaimana mungkin dikatakan menteri keuangan kecolongan? Semua anggaran negara itu pintunya cuma satu: Kementerian Keuangan.







Kecolongan > nyolong > maling … weleh itu BGN bener dong apa kata Tiyo isinya maling semua … MBG = maling berkedok gizi … clear dah!
Maling Berkedok Gizi
ya mungkin warga Indonesia ini dia anggap bodoh,,. bakal percaya aja ma omongannya.
wowo cs layak di gulingkan,bikin negara boncos